Kekayaan Prajogo Pangestu Terpangkas Rp30,3 Triliun

by -14 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM — Dinamika pasar kembali menguji ketahanan kekayaan para konglomerat global. Taipan Indonesia, Prajogo Pangestu, mengalami koreksi tajam pada nilai hartanya. Dalam kurun waktu sehari, kekayaan Prajogo tercatat amblas sebesar US$1,8 miliar atau setara Rp30,3 triliun (asumsi kurs Rp16.845 per dolar AS).

Mengutip laman Forbes Real Time Billionaires, per pukul 18.00 WIB pada Jumat (23/1), harta Prajogo merosot 5,42 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Koreksi tersebut menempatkan total kekayaan Prajogo kini di level US$32,5 miliar atau setara Rp547,46 triliun, sekaligus mengukuhkannya di peringkat ke-62 orang terkaya dunia.

Penurunan ini terasa kontras bila dibandingkan dengan lonjakan signifikan yang terjadi di awal pekan. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires pada Senin (19/1), kekayaan Prajogo sempat bertambah US$943,5 juta atau sekitar Rp15,9 triliun, sehingga mencapai US$35,6 miliar atau setara Rp603,6 triliun. Fluktuasi cepat ini mencerminkan betapa sensitifnya nilai kekayaan yang berkelindan erat dengan pergerakan pasar modal.

Meski terkoreksi, posisi Prajogo tetap berada jauh di atas sejumlah konglomerat ternama Indonesia. Low Tuck Kwong, misalnya, berada di peringkat 100 dunia dengan total harta US$23,6 miliar (Rp397,5 triliun). Demikian pula duo Hartono: Robert Budi Hartono berada di peringkat 117 dengan harta US$20,5 miliar (Rp245,3 triliun), sementara Michael Budi Hartono menempati peringkat 126 dengan kekayaan US$19,7 miliar (Rp331,8 triliun). Perbandingan ini menegaskan bahwa meski terjadi koreksi, fondasi kekayaan Prajogo masih sangat kokoh.

Pergerakan nilai harta Prajogo tak terlepas dari aktivitasnya di pasar saham. Berdasarkan laporan kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (19/1), Prajogo melaporkan pembelian 1 juta lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Transaksi tersebut dilakukan pada 15 Januari melalui tujuh kali pembelian, dengan harga berkisar Rp9.525 hingga Rp9.675 per saham, dan seluruhnya ditujukan untuk investasi pribadi.

Dengan transaksi ini, kepemilikan saham Prajogo di BREN meningkat dari 139.789.700 lembar (0,104 persen) menjadi 140.789.700 lembar (0,105 persen). Sebelumnya, pada 13 Januari, ia juga tercatat membeli 1.330.000 saham BREN di kisaran harga Rp8.800–Rp9.025 per saham. Rangkaian aksi korporasi ini menunjukkan strategi investasi yang aktif, sekaligus menjelaskan mengapa nilai kekayaannya sangat responsif terhadap pergerakan harga saham.

Di balik angka-angka fantastis tersebut, perjalanan bisnis Prajogo Pangestu dibangun dari proses panjang. Ia dikenal sebagai pengusaha yang memulai karier di industri kayu pada akhir 1970-an. Langkah besarnya dimulai ketika mendirikan Barito Pacific Timber yang kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1993. Seiring waktu, perusahaan ini berevolusi. Pada 2007, namanya berubah menjadi Barito Pacific dan fokus bisnis dialihkan dengan mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri.

Transformasi berlanjut pada 2011, saat Chandra Asri semakin menguat setelah merger dengan Tri Polyta Indonesia dan masuknya perusahaan energi Thaioil sebagai investor dengan kepemilikan 15 persen saham. Puncaknya, pada 2023, Prajogo melepas saham perusahaan tambang batu bara Petrindo Jaya Kreasi serta saham perusahaan energi terbarukan Barito Renewables Energy, menandai fase baru dalam strategi portofolio bisnisnya.

Sebagai catatan, Forbes Real Time Billionaires merupakan platform yang melacak naik turunnya kekayaan orang-orang terkaya di dunia setiap hari. Data diperbarui secara berkelanjutan untuk memberikan gambaran terkini mengenai kekayaan bersih dan peringkat individu yang dikonfirmasi oleh Forbes sebagai konglomerat. Nilai kepemilikan publik diperbarui setiap lima menit selama pasar saham terkait buka, sementara individu dengan kekayaan yang sangat bergantung pada perusahaan swasta akan mengalami pembaruan nilai kekayaan bersih sekali sehari. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.