Kadir Halid, Rahman Pina, Andi Ina Masuk Kepengurusan Sementara Golkar Sulsel

by -6 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM — Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said, resmi membawa dan membeberkan nama-nama kepengurusan sementara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Penetapan ini menandai berakhirnya masa kepengurusan lama sekaligus menjadi penanda dimulainya fase konsolidasi menuju agenda organisasi berikutnya.

Kehadiran Muhidin bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang dengan mandat yang jelas dari pusat, yakni menyampaikan susunan kepengurusan sementara yang akan mengendalikan roda organisasi Golkar Sulsel dalam masa transisi. Nama-nama politisi senior Golkar Sulsel pun diumumkan, lengkap dengan jabatan terbaru yang akan mereka emban pasca berakhirnya kepengurusan sebelumnya.

Pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dilakukan secara resmi oleh Haris Surahman, Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Golkar. Momen tersebut berlangsung di sela-sela rapat bersama kader Golkar Sulsel, bertempat di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan, pada Kamis, 22 Januari 2026. Suasana rapat menjadi saksi penegasan struktur sementara yang akan memegang peran strategis dalam waktu dekat.

Dalam kepengurusan sementara itu, sejumlah nama penting dipercaya mengisi posisi kunci. Kadir Halid ditetapkan sebagai Plt Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, sebuah posisi sentral dalam mengoordinasikan kegiatan harian partai. Sementara itu, Rahman Pina didapuk sebagai Plt Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, dan posisi Plt Bendahara DPD I Golkar Sulsel dipercayakan kepada Andi Ina Kartika Sari. Ketiganya diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus mengonsolidasikan kekuatan kader menjelang agenda Musyawarah Daerah (Musda).

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Muhidin batal berkunjung ke Makassar sesuai jadwal awal pada Selasa, 20 Januari 2026. Namun kabar tersebut akhirnya terjawab. Muhidin memastikan dirinya kembali menjadwalkan kunjungan ke Makassar pada Kamis, 22 Januari 2026, meski pada awalnya belum membeberkan secara rinci agenda yang akan dijalani selama berada di ibu kota Sulawesi Selatan itu. Kendati demikian, kedatangannya ditengarai kuat untuk melakukan rapat konsolidasi dengan para kader Golkar di Sulsel.

Besok saja ketemu, sekarang lagi rapat dengan OJK,” terang Muhidin, pada Rabu, 21 Januari 2026, menandakan padatnya agenda yang tengah ia jalani sebelum bertolak ke Makassar.

Di sisi lain, informasi mengenai rencana kedatangan Muhidin juga dibenarkan oleh mantan pengurus Golkar Sulsel, La Kama Wiyaka. Ia memastikan bahwa Plt Ketua Golkar Sulsel tersebut memang dijadwalkan bertemu dengan kader di Makassar pada keesokan harinya.

Info. Rencana besok, Kamis, Ketua Plt (Muhidin) ke Makassar,” ungkap La Kama di hari yang sama.

Meski demikian, La Kama mengaku belum mengetahui secara pasti tujuan utama kunjungan tersebut. Ia hanya berharap agar momentum kedatangan Muhidin dapat dimanfaatkan untuk mengumumkan secara lengkap struktur kepengurusan sementara DPD I Golkar Sulsel, sehingga tidak lagi menimbulkan spekulasi di kalangan kader.

Belum paham agendanya dan belum paham apakah sudah dibawa kelengkapan pengurus Plt Golkar Sulsel menuju musda,” tutur La Kama dengan nada berharap.

Sebagaimana diketahui, agenda Musda Golkar Sulsel yang sedianya digelar untuk memilih Ketua Golkar Sulsel periode mendatang hingga kini masih tertunda. Dalam pemberitaan sebelumnya, Muhidin justru diminta oleh DPP Golkar untuk terlebih dahulu membentuk struktur kepengurusan sementara, sebelum kemudian menyusun kepanitiaan Musda. Langkah ini dipandang sebagai upaya penataan internal agar proses Musda dapat berjalan lebih tertib dan solid.

Saat ini, para kader Golkar se-Sulawesi Selatan masih menanti kepastian lanjutan, khususnya terkait siapa saja yang akan masuk secara lengkap dalam struktur kepengurusan sementara tersebut. Penetapan nama-nama strategis ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi konsolidasi partai dan menjadi fondasi menuju pelaksanaan Musda yang dinanti-nantikan. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.