Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Pastikan Aksi Ojol di Monas Berjalan Aman dan Kondusif

by -12 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Kepolisian mengerahkan kekuatan besar untuk memastikan jalannya unjuk rasa pengemudi ojek online di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Rabu, berlangsung dengan aman dan tertib. Sebanyak 1.541 personel gabungan disiagakan guna memberikan pelayanan dan pengamanan selama kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menjelaskan bahwa pengerahan ribuan personel ini merupakan bentuk kesiapan aparat dalam menjamin hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Dengan kehadiran aparat, diharapkan seluruh rangkaian aksi dapat berjalan kondusif tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” kata Reynold di Jakarta, Rabu.

Pengamanan Terpusat di Kawasan Strategis

Reynold menyampaikan bahwa unjuk rasa tersebut digelar oleh Perhimpunan Ojek Online Indonesia bersama sejumlah elemen massa lainnya. Aksi berlangsung di beberapa titik strategis, yakni di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat serta Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Penempatan personel dilakukan secara terukur di sekitar lokasi aksi, dengan fokus utama pada pengamanan massa, pengaturan lalu lintas, serta perlindungan fasilitas umum. Seluruh langkah pengamanan dirancang untuk menciptakan rasa aman, baik bagi peserta unjuk rasa maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Pendekatan Humanis Tanpa Senjata Api

Dalam pelaksanaannya, Reynold menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api. Aparat diminta untuk mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan profesional dalam menghadapi massa aksi.

Kehadiran polisi, lanjut dia, bukan untuk membatasi aspirasi, melainkan untuk memastikan penyampaian pendapat berlangsung secara damai sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” ujar Reynold.

Imbauan untuk Peserta Aksi dan Masyarakat

Lebih lanjut, Reynold mengimbau para orator dan peserta unjuk rasa agar tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Ia menekankan pentingnya tidak melakukan provokasi, tidak menutup jalan umum, serta menghindari tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum.

Selain itu, massa aksi juga diingatkan agar tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Imbauan serupa turut disampaikan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan Monas agar tidak mudah terpancing provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Terkait arus lalu lintas, kepolisian menyarankan para pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari potensi kepadatan selama unjuk rasa berlangsung. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Reynold.

Dengan sinergi antara aparat, peserta aksi, dan masyarakat, kepolisian berharap kegiatan unjuk rasa ini dapat menjadi contoh penyampaian aspirasi yang damai dan bertanggung jawab.(JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.