Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028: Langkah Bersejarah untuk Indonesia Timur

by -53 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Angin segar bagi dunia olahraga nasional datang dari Banjarbaru. Di tengah agenda kenegaraan yang padat, Presiden Republik Indonesia memberikan sinyal kuat dan tegas atas masa depan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Dukungan tersebut secara langsung ditujukan kepada Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk ditetapkan sebagai tuan rumah bersama ajang olahraga terbesar di Tanah Air.

Pernyataan penting itu bukan disampaikan melalui pernyataan tertulis atau perantara, melainkan muncul dalam pertemuan langsung Presiden dengan Gubernur NTB dan Gubernur NTT. Momentum tersebut berlangsung di sela-sela kegiatan peluncuran 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Dalam suasana dialog yang konstruktif, Presiden menyampaikan penilaiannya terhadap konsep besar penyelenggaraan PON yang diajukan oleh kedua provinsi tersebut.

Menurut Presiden, gagasan NTB–NTT untuk menjadi tuan rumah PON XXII 2028 dinilai rasional, bertanggung jawab, serta selaras dengan semangat efisiensi pengelolaan anggaran negara. Penilaian ini menjadi kunci penting, mengingat penyelenggaraan PON selama ini kerap diidentikkan dengan pembangunan infrastruktur besar yang membutuhkan biaya tinggi. Konsep berbeda yang ditawarkan NTB–NTT justru menekankan optimalisasi fasilitas olahraga yang telah tersedia.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, dalam kesempatan tersebut secara lugas menyampaikan kesiapan daerahnya untuk berbagi peran dengan NTT sebagai tuan rumah bersama. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang ditawarkan bukan sekadar wacana, melainkan telah melalui perhitungan yang matang dan terukur.

“Kami menegaskan kepada Presiden komitmen kesiapan NTB dan NTT untuk menyelenggarakan PON 2028 secara efisien dan akuntabel, dengan fokus pada cabang olahraga yang fasilitasnya telah tersedia dan tanpa pembangunan infrastruktur besar yang baru,” ujar Miq Iqbal kepada media usai pertemuan.

Pernyataan tersebut mencerminkan semangat baru dalam penyelenggaraan event olahraga nasional, di mana keberhasilan tidak lagi diukur dari megahnya pembangunan fisik semata, melainkan dari tata kelola yang transparan, efektif, dan berkelanjutan. Bagi NTB dan NTT, kolaborasi ini juga menjadi simbol sinergi kawasan kepulauan dalam mengelola agenda nasional berskala besar.

Senada dengan itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur menekankan bahwa dukungan Presiden bukan sekadar apresiasi lisan, melainkan akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi pemerintahan. Langkah administratif dipandang penting untuk memastikan proses penetapan tuan rumah berjalan sesuai ketentuan.

“NTB dan NTT akan menyampaikan surat bersama kepada Presiden sebagai penegasan komitmen dan kesiapan kami, guna memperoleh penetapan resmi,” tegasnya.

Dukungan terbuka dari Presiden ini menjadi penanda babak baru yang strategis dan bersejarah bagi kawasan Indonesia Timur. Jika resmi ditetapkan, NTB–NTT berpotensi menjadi model baru penyelenggaraan PON yang efisien, kolaboratif, dan berorientasi pada pemanfaatan fasilitas yang sudah ada. Lebih dari itu, penyelenggaraan PON di kawasan ini diharapkan mampu memperkuat pemerataan pembangunan olahraga nasional, sekaligus membuka ruang promosi potensi daerah di mata publik nasional.

Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, dukungan Presiden tersebut menjadi penegasan kepercayaan negara terhadap kapasitas dan kemampuan daerah. Kepercayaan ini, sebagaimana ditegaskan Miq Iqbal, bukan hanya soal menjadi tuan rumah sebuah ajang olahraga, tetapi juga tentang menunjukkan bahwa NTB dan NTT siap berdiri sejajar dan berkontribusi besar dalam panggung nasional. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.