Waspada Super Flu di Akhir 2025: Dokter Ungkap Cara Efektif Lindungi Diri dan Keluarga

by -12 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Menjelang akhir tahun 2025, masyarakat Indonesia dihadapkan pada meningkatnya perhatian terhadap lonjakan kasus influenza A (H3N2) Subclade K yang populer dengan sebutan “super flu”. Meski istilahnya terdengar mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa kondisi ini masih berada dalam batas aman. Bahkan, vaksin influenza yang saat ini tersedia disebut masih efektif untuk menekan risiko gejala berat hingga kematian.

Fenomena super flu menjadi sorotan bukan tanpa alasan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa peningkatan kasus influenza berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Julukan “super flu” sendiri muncul karena karakter virus ini yang sangat mudah menular, khususnya di wilayah dengan suhu dingin dan kepadatan aktivitas manusia yang tinggi.

Penularan virus ini terjadi melalui droplet, yakni percikan cairan dari batuk dan bersin, atau melalui kontak langsung dengan cairan pernapasan orang yang terinfeksi. Dalam waktu singkat, penyebaran dapat terjadi secara masif di lingkungan keluarga, sekolah, hingga tempat kerja.

“Super flu ini muncul karena penularannya cepat, di mana satu orang bisa menularkan ke dua sampai tiga orang di sekitarnya,” ungkap Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K), anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi, Jumat (2/1/2026). Pernyataan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan sekaligus pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Lantas, apa saja yang perlu dilakukan agar tidak mudah tertular super flu?

Dokter umum di Puskesmas Sibela, Surakarta, dr. Dessy Tri Pratiwi, membagikan sejumlah tips praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Dessy, langkah paling mendasar dan penting adalah melakukan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun.

“Lakukan vaksinasi Influenza tahunan,” kata Dessy ketika dihubungi TerbitIndo.com pada Jumat (2/1/2026). Vaksinasi dinilai mampu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga risiko terinfeksi berat dapat ditekan secara signifikan.

Selain vaksinasi, disiplin menerapkan protokol 3M tetap menjadi kunci pencegahan. Protokol tersebut meliputi memakai masker di tempat umum, menjaga jarak minimal satu meter dari orang yang sedang sakit, serta mencuci tangan dengan sabun secara rutin. Kebiasaan sederhana ini, jika dilakukan secara konsisten, dapat memutus rantai penularan virus.

Tak kalah penting, menjaga daya tahan tubuh juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi ancaman super flu. “Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan istirahat minimal 7–8 jam setiap malam,” tambah Dessy. Pola hidup sehat akan membantu sistem imun bekerja optimal melawan infeksi.

Aspek kebersihan lingkungan pun tidak boleh diabaikan. Dessy mengingatkan masyarakat untuk rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, dan ponsel, dengan menggunakan disinfektan. “Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan ponsel, menggunakan disinfektan,” ujarnya.

Tidak hanya lingkungan sekitar, kebersihan area wajah juga menjadi perhatian khusus. Virus influenza dapat masuk ke tubuh melalui membran mukosa di mata, hidung, dan mulut. Karena itu, Dessy mengingatkan agar tidak menyentuh area wajah dengan tangan yang belum dibersihkan.

“Jangan menyentuh area mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan, karena virus masuk ke tubuh melalui membran mukosa tersebut,” jelasnya.

Saat batuk atau bersin, etika pernapasan juga perlu diterapkan dengan benar. Menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam dapat mencegah penyebaran droplet ke lingkungan sekitar. “Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan bagian dalam saat batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran droplet. Selain itu, segera isolasi mandiri di rumah ketika sedang sakit untuk memutus rantai penularan di lingkungan kerja atau sekolah,” pungkas Dessy.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI memastikan bahwa situasi super flu di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih terkendali. Varian influenza A (H3N2) Subclade K tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan subclade influenza lain yang beredar secara global. Berdasarkan laporan TerbitIndo.com, Kamis (1/1/2026), hasil surveilans Kemenkes menunjukkan bahwa meskipun Influenza A (H3N2) masih menjadi varian yang paling banyak terdeteksi, jumlah kasus secara nasional justru mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

Deteksi virus ini dilakukan melalui metode whole genome sequencing (WGS) sebagai bagian dari sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas kesehatan. Hingga 25 Desember 2025, virus influenza A subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025. Tercatat sebanyak 62 kasus di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Kemenkes kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat indikasi lonjakan kasus berat maupun kematian yang berkaitan langsung dengan super flu. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan disiplin menerapkan langkah pencegahan, namun tidak perlu panik berlebihan. Kewaspadaan yang disertai informasi yang benar menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan bersama. (Jerry Tou)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.