Mengenal Dr. Rofinus Neto Wuli, S. Fil, M.Si (Han), Pastor Akademisi yang Melayani Berbagai Bidang

by -1857 Views

TERBITINDO.COM – Mendengar nama pastor kita tentu saja berpikir tentang pelayanan khusus kepada umat Katolik. Pastor adalah mereka yang terthabis dengan tugas utamanya adalah melayani dan menggembalakan umat.

Tugas pelayanan tersebut berpusat pada empat pilar utama yang melekat dalam diri pastor yakni memimpin perayaan ekaristi dan pelayanan sakramen, mewartakan ajaran agama, memberikan bimbingan spiritual, serta memimpin operasional gereja demi persatuan dan kesejahteraan umat.

Tugas-tugas tersebut dikerjakan oleh pastor di tempat tugas mereka masing-masing. Beban tugas mereka tentu tidak mudah. Mengingat banyaknya jumlah umat Katolik yang dilayani. Kendati tugas pelayanan banyak, tidak membuat para pastor untuk pasif. Pelayanan mereka justru diharapkan bisa menjangkau berbagai bidang untuk membantu umat.

Hal itulah yang sering dilakukan oleh
Pastor Dr. Rofinus Neto Wuli, S. Fil, M.Si (Han). Pastor kelahiran Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), 14 November 1967 ini merupakan salah satu pastor yang sangat aktif di samping tugas-tugas kegembalaan di Gereja. Ia menegaskan bahwa tugas imam bukan sekadar pelayanan imamat, melainkan panggilan khas untuk mewujudkan kasih Kristus dalam tindakan nyata.

Pelayanan pastor yang dikenal tegas tapi ramah dan dekat dengan umat ini, tidak sekadar di mimbar. Ia sudah melayani puluhan tahun dan banyak menghabiskan waktu untuk pelayanan khusus di Gereja. Bertugas sebagai pastor rekan dan pastor Kepala Paroki di Keuskupan Agung Ende telah dilaluinya sebagai pengalaman yang sesuai dengan tugas imamat.

Bagi umat yang mengenalnya tentu sudah merasakan karya pelayanan yang dilakukan oleh mantan Pastor Moderator DPN Vox Point Indonesia ini. Bagi dia, melayani
berarti ikut menggembala di tengah umat. Hal itu sejalan dengan keilmuan yang ia tekuni dan sesuai ajaran Kristus yang selalu ia teladani, bahwa tugas pastor tak hanya di Gereja tapi menjadi gembala bagi orang banyak.

Ia juga menekuni berbagai karya pelayanan sejalan dengan ajaran Kristus yang mengatakan bahwa kita (Imam dan awam) datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Hal itu sejalan dengan pesan Injil Matius 20:28 dan Markus 10:45, yang menegaskan bahwa Yesus tidak datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi manusia.

“Apa yang saya lakukan merupakan panggilan hati nurani untuk ikut terlibat berkarya bersama umat. Sebab kita dituntut dan diutus untuk berkarya di berbagai medan perjuangan sesuai tugas dan pelayanan kita masing-masing. Sesuai pesan Injil Matius 28:19-20 dan Markus 16:15, Pergilah Engkau Diutus,” ujar alumni Universitas Pertahanan dan Universitas Negeri Jakarta ini.

Saat ini Pastor Ronny, panggilan akrabnya bertugas sebagai pastor di Kevikepan Bajawa, Keuskupan Agung Ende, Flores, NTT. Di tengah kesibukannya sebagai imam, ia aktif sebagai dosen sekaligus Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores Bajawa. Perguruan Tinggi pertama di Flores yang fokus pada jurusan pertanian.

Kesehariannya selain mengajar, ia ikut terlibat praktik dengan para mahasiswa di ladang dan sawah para petani di kabupaten Ngada dan Nagekeo. Menurut dia, keterlibatannya sebagai bentuk pelayanan dan implementasi dari ilmu yang dipelajarinya.

“Sebab, pelayanan kami tidak sekadar di mimbar altar Gereja, tapi kami harus ikut terlibat di tengah umat,” tegas mantan Pastor Bantuan Militer TNI dan Polri (Pasbanmilpol) yang melayani Ordinariatus Castrensis Indonesia (Keuskupan TNI-Polri) itu yang juga merupakan Dosen Pascasarjana Prodi Damai dan Resolusi Konflik Universitas Pertahanan RI 2016-2021 ini.

Aktif Pelayanan di Organisasi

Pastor Rofinus Neto wuli juga dikenal sebagai imam yang sangat aktif di bidang pelayanan organisasi. Mulai organisasi tingkat daerah sampai nasional. Baik organisasi Gereja maupun awam.

Pastor Ronny yang sering menjadi pembicara Seminar dan Diskusi tingkat nasional ini mengatakan organisasi merupakan salah satu wadah yang tepat untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh setiap warga negara. Bagi dia, organisasi adalah tempat belajar sekaligus waduh untuk membangun sinergitas dengan berbagai latar belakang profesi.

Ia menjelaskan di organisasi kita akan dibentuk agar menjadi pribadi yang siap diutus ke berbagai tempat pelayanan publik. Di organisasi juga, kita bisa mengenal banyak orang dan bisa meningkatkan relasi sosial dengan berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda. Sebab, kata dia, sebagai warga negara yang baik, kita dituntut untuk bertanggung jawab meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ikut berpartisipasi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Inilah yang mendorong saya untuk ikut aktif di berbagai organisasi. Karena organisasi tempat belajar sekaligus tempat untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang kita pelajari. Di organisasi juga kita bisa mengenal banyak orang untuk bersinergi membangun bangsa Indonesia,” tegas Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Agung Ende ini.

Saat ini Pastor Ronny adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (DPD IKAL) Nusa Tenggara Timur. Kapasitasnya sebagai figur aktif dan berhasil memimpin IKAL NTT, ia dan mantan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi akan dilantik sebagai Pengurus Pusat IKAL Lemhanas RI, Senin 18 Mei 2026.

“Saya merasa bangga dan terima kasih atas penunjukan oleh Ketua Umum Lemhannas RI Bapak Prof. Purnomo Yusgiantoro sebagai salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKAL Lemhannas RI,” kata alumni Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret ini.

Pastor Ronny aktif di berbagai organisasi seperti Vox Point Indonesia, IKAL Lemhanas RI, PIN MERATIH, dan berbagai organisasi lainnya. Ia juga merupakan pastor pendamping atau pembimbing rohani umat Katolik untuk ziarah rohani ke tempat-tempat suci seperti di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Gua Penampakan Lourdes Prancis, dan di Fatima Portugal.

Aktif Menulis

Pastor Ronny juga dikenal luas aktif menulis. Bagi dia, menulis adalah cara untuk merawat pengetahuan. Ia juga menyebut menulis adalah bekerja untuk keabadian. Seperti yang disampaikan oleh Sastrawan Pramoedya Ananta Toer, yang menegaskan bahwa karya tulis membuat pemikiran seseorang tetap hidup melampaui usia fisiknya.

“Menulis adalah cara efektif untuk menjaga kemurnian pengetahuan dan tentu untuk meningkatkan kecerdasan (kognitif),” ujarnya.

Selain menulis opini di berbagai media lokal dan nasional, ia juga aktif menulis buku. Buku karya Dr. RD. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si (Han) umumnya berfokus pada tema manajemen konflik, filsafat perdamaian, kepemimpinan, sosial-keagamaan, serta pertahanan negara.

Berikut adalah beberapa buku karya Pastor Rofinus Neto Wuli yang telah diterbitkan di antaranya Manajemen Konflik, Servant Leadership dan Damai Berkelanjutan. Buku ini diterbitkan Kompas pada 2025.
Deskripsi buku ini membahas bagaimana mengelola konflik secara bijak di Indonesia agar tidak berujung pada kekerasan. Penulis menawarkan pendekatan servant leadership (kepemimpinan yang melayani) sebagai solusi konkret untuk membangun kedamaian yang bertahan lama di tengah masyarakat.

Kemudian Buku Manajemen Konflik Berbasis Budaya: Dari Ngada untuk Indonesia. Buku yang diterbitkan Kompas ini mengangkat studi kasus resolusi konflik lokal pada masyarakat Ngada di Flores. Penulis mengulas bagaimana nilai-nilai adat dan asas persaudaraan tradisional terbukti efektif merekatkan kembali kerukunan dan menciptakan stabilitas pascakonflik.

Ia juga menulis Buku Filsafat Perdamaian Eric Weil dalam Konteks Pertahanan Negara. Buku ini juga diterbitkan oleh Kompas.
Buku ini mendeskripsikan pada pemikiran filsuf Eric Weil. Buku ini membedah konsep kedamaian dan hubungannya dengan sistem pertahanan suatu negara. Sangat relevan untuk akademisi bidang ilmu pertahanan, filsafat, dan politik.

Buku lain yang ditulisnya adalah Spirit Kebangsaan Prajurit: Dalam Perspektif Spirituali Militum Curae yang diterbitkan Obor. Buku ini mengulas cara menumbuhkan semangat kebangsaan dan fokus tugas para prajurit militer. Pembahasan didasarkan pada sudut pandang pelayanan rohani Katolik bagi militer (Spirituali Militum Curae), yang menekankan pengabdian berlandaskan cinta kasih.

Ia juga menulis buku Model Gerakan Peduli Ibu Hamil yang diterbitkan Bajawa Press (2024). Buku ini dikategorikan sebagai buku monograf ilmiah. Fokus bahasannya mengarah pada bidang kesehatan masyarakat dan aksi sosial-kemanusiaan dalam melindungi ibu hamil.

“Buku-buku ini saya persembahkan untuk Indonesia tercinta. Untuk generasi yang akan datang. Apa yang saya tulis semoga menjadi inspirasi. Ini persembahan yang didedikasikan untuk ilmu pengetahuan dan legacy untuk Indonesia. Semoga bermanfaat. Semua Buku-buku ini bisa ditemukan di Gramedia,” pungkas
Doktor Rofinus yang merupakan peraih Bintang Wibawa Seroja Nugraha, sebagai lulusan terbaik dengan Pujian Cum Laude Program Pendidikan Regular Angkatan (PPRA) 47 Lemhannas RI Tahun 2012.

Ervan Tou

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.