Tangerang, TERBITINDO,COM – Ketua Bidang UMKM APINDO Papua, Anita Hellena Faidiban, menyatakan komitmen untuk terus mendorong UMKM Papua tembus ke pasar global.
“Sesuai arahan Ketua APINDO Papua Bapak Moses Morin kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi ke semua sektor UMKM Papua untuk menyesuaikan perkembangan dan kemajuan teknologi agar bisa tembus ke pasar global,” ujar Hellena usai menghadiri Seminar Bisnis dan Hukum di Universitas Pelita Harapan, Sabtu, 25 April 2026.
Hellena mengatakan saat ini program kerja APINDO Papua fokus penguatan SDM agar produk yang dihasilkan menjadi magnet pasar global. Salah satu fokus perhatian APINDO Papua dengan melibatkan semua sektor di dunia bisnis dan pelaku usaha.
Ia menyebut upaya yang dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan berbasis digital. Sehingga produk asli Papua tidak hanya diminati oleh masyarakat Indonesia tapi bisa menjangkau ke luar negeri.
“Beberapa kegiatan yang sudah dan terus kami lakukan yaini memperkuat SDM para pelaku usaha agar produk yang dihasilkan bisa menjangkau pasar global. Edukasi yang dilakukan berupa pelatihan berbasis teknologi sehingga menghasilkan produk berkualitas dan bisa diminati pasar global,” jelas Hellena.
Sebagai contoh, kata Hellena, ikan olahan dikemas menggunakan teknologi modern sehingga tetap awet dan layak dikonsumsi. Karena itu, kata dia, pelatihan pelaku UMKM sangat penting di tengah persaingan pasar global yang kini beralih ke digital.
Ia juga memastikan APINDO Papua ikut memberikan informasi dan pelatihan agar pelaku usaha bisa memasarkan produk melalui E-commerce. Mengingat, konsumen lebih mudah mencari produk-produk unggulan melalui internet.
Ia menegaskan UMKM Papua memiliki potensi besar dan unik. UMKM Papua juga menjadi salah satu faktor penunjang perekonomian nasional.
Karena itu, ia meminta pemerintah untuk ikut memperhatikan UMKM Papua melalui program pelatihan atau membantu membuka akses ke pasar global.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM, serta pemerintah daerah di Papua dapat memberikan dukungan afirmatif berupa pelatihan sustainability reporting, digitalisasi, pembiayaan, dan akses pasar,” tegas Anita Hellena.
Mengabdi Untuk Papua
Hellena juga mengingatkan sebagai warga negara yang baik, kita dituntut untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Tidak sekadar bicara di panggung politik atau narasi di berbagai platform media sosial. Tapi suatu tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang banyak.
Sebagai perempuan berdarah Papua, Hellena punya tanggung jawab untuk membangun dan mengahrumkan bumi Cenderawasih. Ia telah melakukan melalui dunia usaha. Bagi dia, berwirausaha adalah pekerjaan mulia yang bisa membantu masyarakat umum.
Ia menekuni berbagi usaha sejak belasan tahun lalu. Beberapa tempat usaha Hellena seperti Salon Kecantikan. Ia juga punya perusahaan yang bergerak di bidang perikanan untuk kebutuhan di dalam dan luar negeri.
Dari tempat usaha tersebut, perempuan yang aktif di berbagai organisasi itu telah menjadi inspiratif bagi warga Papua untuk menekuni dunia usaha.
Bagi Ketua Partai Gelora di Papua ini, berwirausaha tidak sekadar bicara ekonomi dan keuntungan. Berwirausaha juga tidak sekadar investasi masa tua, tapi merupakan salah satu cara untuk menciptakan lapangan kerja. Terbukti, ia telah mempekerjakan orang asli Papua di berbagai tempat usahanya.
“Apa yang saya lakukan tidak sekadar bicara ekonomi. Tapi melampaui itu karena saya ingat akan saudara dan saudari saya di Papua yang juga membutuhkan penghasilan untuk menafkahi hidup mereka. Karena itu, saya juga mengingatkan ke mereka agar mulai berwirausaha dengan karya-karya kecil. Bagi saya, kami harus jadi perempuan tangguh dan menjadi perintis untuk berusaha. Karena dengan usaha kita menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia menyebut di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, kita tidak boleh miskin kreatif. Situasi yang tidak menentu, membuat ia termotivasi untuk terus mendorong pelaku UMKM Papua agar berkembang dan naik kelas.
Sebab, kata dia, untuk membangun tanah Papua butuh kerja keras semua pihak dengan caranya masing-masing. Menekuni usaha merupakan salah satu cara untuk membangun tanah Papua.
Apalagi kata dia, Papua dikenal sebagai daerah kaya SDA. Potensi itu, lanjut dia tidak akan berdampak positif jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
Untuk itu ia mendorong agar masyarakat Papua mulai berwirausaha produk-produk unggulan di berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, perikanan, kuliner, furniture dan industri lainnya. Potensi ini dapat menambah daya tarik agar orang datang ke Papua.
“Dengan demikian perputaran ekonomi di Papua meningkat dan bisa menjadi berkat bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya. Karena itu, saya menegaskan dengan berwirausaha kita telah berkontribusi untuk Papua. Kita membangun dengan cara yang kecil tapi berdampak besar bagi kemajuan Papua,” tegas mantan Caleg Partai Gelora Kabupaten Supiori pada 2024 ini.
Ia juga mengajak orang muda Papua untuk mulai dan aktif di bidang UMKM. Apalagi kata dia, pemerintah membuka akses bagi pelaku bisnis untuk mendapatkan pinjaman modal dari bank negara. Serta syarat-syarat untuk berusaha tidak sulit.
“Yang perlu dibutuhkan saat ini adalah kita mulai berwirausaha. Pertanyaan berikutnya kapan mulainya? Yang lain sudah lari kencang tapi kita belum menyentuh garis start. Tapi tidak ada yang terlambat bagi mereka yang mau sukses,” pungkasnya.






