Jack Bouk: Melayani dari Lantai Pabrik

by -18 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Namanya mungkin tak setenar politisi atau pejabat publik yang saban hari menghiasi ruang-ruang pemberitaan. Namun bagi banyak orang khususnya perantau asal Timor di Jakarta serta warga di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Yacobus “Jack” Bouk adalah sosok yang dikenal lewat tindakan nyata. Ia hadir bukan dengan retorika, melainkan dengan bantuan yang senyap dan konsisten.

Di balik kiprahnya sebagai pebisnis, tersimpan perjalanan panjang tentang ketekunan, disiplin, dan panggilan pelayanan yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.

Ditempa dari Bawah

Jack lahir di Malaka, Nusa Tenggara Timur, dari keluarga berdarah Tionghoa. Sejak kecil, ia dan saudara-saudaranya dididik dalam suasana yang keras namun penuh nilai. Orang tuanya menanamkan prinsip sederhana: keberhasilan harus diperjuangkan, tetapi kerendahan hati harus dipertahankan.

Keterbatasan ekonomi membentuk mentalnya sejak dini. Ia belajar bahwa hidup bukan tentang mengeluh, melainkan tentang berjuang. Bekal itu membawanya merantau ke Jakarta pada usia remaja.

Di ibu kota, ia memulai dari titik paling dasar. Ia bekerja di sebuah perusahaan dan, menurut pengakuannya, hampir semua bidang pernah ia tekuni. “Saya kerja di satu perusahaan, tapi semua bidang saya pelajari. Tidak ada jabatan yang tidak saya kerjakan, kecuali owner,” ujarnya suatu ketika.

Bagi Jack, pekerjaan bukan sekadar rutinitas, melainkan sekolah kehidupan. Ia memahami alur produksi, manajemen, pemasaran, hingga urusan teknis lapangan. Ia ingin tahu bagaimana sebuah perusahaan berjalan dari hulu ke hilir. Ketekunan itu membuatnya memahami satu hal penting: untuk memimpin, seseorang harus terlebih dahulu mengerti pekerjaan orang-orang yang dipimpinnya.

Namun pengalaman itu juga mempertemukannya dengan kenyataan sosial yang tak mudah diabaikan.

Panggilan untuk Mendirikan Usaha

Di Jakarta, ia melihat sejumlah saudara dan kenalannya sesama perantau hidup dalam kondisi sulit. Ada yang menganggur, ada yang kesulitan membayar kontrakan, bahkan ada yang harus angkat kaki karena tak mampu memenuhi kebutuhan dasar.

Pengalaman itu mengguncang batinnya. Ia menyadari bahwa bekerja sebagai karyawan, betapapun stabilnya, memiliki keterbatasan dalam membantu banyak orang. Dari sanalah muncul keputusan besar: keluar dari zona nyaman dan membangun usaha sendiri.

“Ketika saya melihat saudara-saudara kita menganggur dan bahkan diusir dari kontrakan, saya merasa terpanggil. Saya berpikir, kalau saya bisa membuka usaha, saya bisa melatih mereka supaya punya keterampilan,” tuturnya.

Keputusan itu bukan tanpa risiko. Meninggalkan posisi mapan untuk memulai usaha dari nol membutuhkan keberanian. Namun bagi Jack, langkah itu adalah bentuk panggilan pelayanan. Ia tidak sekadar ingin menjadi pengusaha, melainkan ingin menciptakan lapangan kerja dan membekali orang dengan keahlian.

Membangun Usaha, Membangun Martabat

Melalui PT Krisjaya Anugerah Sejahtera dan PT Krisjaya Anugerah Sentosa, Jack membangun usaha manufaktur mebel yang memproduksi kursi bioskop, kursi auditorium, kursi stadion, serta meja dan kursi untuk kampus dan sekolah. Ia juga terlibat dalam pembangunan sejumlah proyek bioskop di berbagai daerah di Indonesia.

Namun yang ia bangun bukan hanya pabrik dan jaringan bisnis. Ia membangun manusia.

Orang-orang yang semula datang tanpa keterampilan dilatih menjadi tenaga kerja yang memiliki skill. Mereka belajar teknik produksi, ketelitian, manajemen waktu, hingga tanggung jawab profesional. Di pabriknya, proses pelatihan menjadi bagian penting dari sistem kerja.

Baginya, memberi pekerjaan saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah membentuk kemandirian. “Kalau mereka punya skill, mereka tidak akan takut lagi menghadapi hidup,” katanya.

Budaya kerja di perusahaannya pun dibangun atas nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Para karyawan tidak diperlakukan sebagai roda produksi semata, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar. Ia dikenal dekat dengan pekerjanya, mendengar keluh kesah mereka, bahkan membantu ketika ada yang menghadapi persoalan pribadi.

Sejumlah karyawan menyebutnya sebagai figur ayah, tegas tetapi peduli.

Kepemimpinan sebagai Pelayanan

Kesibukan mengelola usaha tidak membuatnya abai terhadap ruang publik. Ia aktif dalam organisasi kedaerahan maupun nasional, dan selama sepuluh tahun dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum Vox Point Indonesia. Kepercayaan itu menunjukkan integritas yang ia bangun selama ini.

Bagi Jack, usaha dan pelayanan bukan dua jalur yang berbeda. Ia memandang keduanya sebagai satu kesatuan panggilan hidup. Ia kerap merujuk pada ajaran dalam Matius 20:28 tentang makna melayani. Prinsip itu, menurutnya, menjadi fondasi dalam memimpin perusahaan maupun dalam berorganisasi.

Ia meyakini bahwa kepemimpinan bukan soal posisi tertinggi, melainkan soal tanggung jawab terbesar. Karena itu, meski kini berstatus pemilik perusahaan, ia tidak menjaga jarak dengan para pekerjanya. Ia pernah merasakan berada di hampir semua posisi dalam perusahaan orang lain; pengalaman itu membuatnya memahami jerih payah di setiap lini.

Inspirasi yang Berangkat dari Empati

Di tengah budaya kesuksesan yang sering diukur dari kemewahan dan pencapaian material, kisah Jack Bouk menghadirkan sudut pandang berbeda. Ia menunjukkan bahwa usaha dapat menjadi ruang pelayanan, dan keuntungan dapat berjalan beriringan dengan empati.

Ia memulai dari bawah, menekuni hampir semua bidang pekerjaan, lalu berani keluar demi membangun usaha yang memberi dampak sosial. Keputusan itu lahir bukan semata ambisi bisnis, melainkan kegelisahan melihat saudara-saudara yang kehilangan harapan.

Kini, bagi banyak orang yang pernah ia latih dan pekerjakan, Jack bukan hanya seorang pengusaha. Ia adalah jembatan menuju kemandirian. Ia membuktikan bahwa pelayanan tidak selalu berlangsung di mimbar atau ruang seremonial; ia bisa tumbuh di lantai pabrik, di antara mesin produksi dan derap kerja harian.

Namanya mungkin tak selalu hadir di halaman utama surat kabar nasional. Namun bagi mereka yang kehidupannya berubah karena kesempatan dan keterampilan yang ia berikan, Jack Bouk adalah bukti bahwa kesuksesan yang paling bermakna adalah ketika ia menjadi jalan bagi orang lain untuk bangkit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.