Jalan Penghubung Tiga Kabupaten di NTT Amblas Diterjang Banjir, Akses Warga Terancam Terputus

by -27 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Jalur pantai utara (pantura) yang menjadi nadi penghubung antarkabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Tepatnya di Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, badan jalan mengalami amblas parah setelah diterjang banjir. Kerusakan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu mobilitas dan aktivitas harian warga yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.

Kondisi jalan yang rusak itu memunculkan kekhawatiran besar, mengingat perannya yang sangat vital. Jalan tersebut bukan sekadar akses lokal, melainkan jalur utama yang menghubungkan tiga kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo. Terputusnya jalur ini berpotensi menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat di wilayah pantura NTT.

Jalur Vital Penghubung Tiga Kabupaten

Kepala Desa Wewaria, Firmus Lise, menegaskan bahwa jalan yang amblas tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi warga di kawasan itu. Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan telah menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama dalam hal distribusi barang dan mobilitas antarwilayah.

“Ini satu-satunya akses warga sekitar dan tiga kabupaten di jalur pantura,” ujar Firmus saat dihubungi, Sabtu (17/1/2028).

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa strategisnya keberadaan jalan itu bagi kehidupan masyarakat. Tanpa jalur tersebut, warga harus menghadapi keterbatasan akses yang berdampak langsung pada perekonomian, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Kendaraan Melintas dengan Keterbatasan

Di tengah kondisi jalan yang amblas, akses belum sepenuhnya tertutup. Namun, penggunaan jalan kini sangat terbatas dan penuh risiko. Firmus mengungkapkan bahwa untuk sementara waktu, jalur tersebut hanya dapat dilalui oleh sepeda motor dan kendaraan roda empat. Itu pun dengan kewaspadaan tinggi.

Menurutnya, kendaraan roda enam masih bisa melintas, tetapi harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang tidak stabil. “Untuk sementara kendaraan melintas di bahu jalan yang masih tersisa. Harus ekstra hati-hati,” katanya.

Situasi ini memaksa para pengguna jalan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, sembari berharap adanya penanganan cepat dari pihak berwenang agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Jalur Alternatif Dibuka Sementara

Menyadari urgensi permasalahan tersebut, pemerintah desa bersama aparat kecamatan tidak tinggal diam. Firmus menyampaikan bahwa dirinya bersama camat setempat telah berinisiatif menemui para pemilik lahan di sekitar lokasi jalan yang amblas. Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi sementara agar akses warga tetap terjaga.

Hasilnya, para pemilik lahan bersedia memberikan izin pembukaan jalur alternatif. Namun, izin tersebut bersifat sementara. Jalur alternatif hanya diizinkan digunakan selama satu tahun sambil menunggu proses perbaikan jalan yang rusak.

“Kalau tidak ada respons dari pemerintah dalam tahun ini artinya mereka tutup. Mereka juga ada minta pengertian dari pemerintah selama lokasi mereka dipakai sementara untuk jalan alternatif,” tandasnya.

Pernyataan ini menunjukkan adanya harapan sekaligus tekanan waktu bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret. Tanpa respons yang jelas, akses alternatif yang kini menjadi tumpuan warga berpotensi ditutup kembali.

Kewenangan di Tangan Pemerintah Provinsi

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende, Marselus Meta, menjelaskan bahwa status jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Meski demikian, pihaknya tetap mengambil langkah awal untuk mempercepat penanganan.

Ia menyebutkan bahwa BPBD Ende telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat guna melakukan pengambilan data lapangan sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

“Nanti dilanjutkan dengan pernyataan bencana supaya bisa segera ditangani dinas PUPR provinsi,” katanya.

Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses administrasi dan teknis, sehingga perbaikan jalan dapat segera dilakukan. Bagi warga di sepanjang jalur pantura, langkah tersebut menjadi secercah harapan agar akses vital yang menghubungkan tiga kabupaten itu dapat kembali berfungsi normal. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.