Jakarta, TERBITINDO.COM – Aktivitas wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo (TN Komodo) kembali diperpanjang penutupannya. Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memastikan bahwa layanan wisata belum dapat dibuka karena kondisi cuaca buruk yang masih berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran dan pengunjung. Perpanjangan penutupan ini mengikuti kebijakan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo yang belum mengizinkan kapal wisata beroperasi.
Keputusan tersebut menegaskan bahwa operasional wisata di TN Komodo sangat bergantung pada aktivitas pelayaran. Selama KSOP belum membuka kembali izin berlayar bagi kapal wisata, maka seluruh layanan kunjungan wisata alam di kawasan konservasi itu tetap dihentikan sementara.
Perpanjangan Penutupan Mengikuti Kebijakan KSOP
Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya mengikuti arahan dari otoritas pelabuhan. Penutupan wisata alam TN Komodo akan berlangsung hingga KSOP Labuan Bajo menyatakan pelayaran kapal wisata aman untuk kembali dilakukan.
“Ikut KSOP. Sampai KSOP izinkan kapal wisata berlayar,” kata Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, Senin (12/1/2026) malam.
KSOP Kelas III Labuan Bajo sendiri telah memperpanjang penutupan pelayaran kapal wisata akibat cuaca buruk hingga 20 Januari atau sampai kondisi cuaca dinyatakan kembali membaik. Dengan kebijakan tersebut, maka akses laut menuju TN Komodo secara otomatis belum dapat dibuka untuk aktivitas wisata.
Imbauan Keselamatan bagi Pelaku Wisata dan Pengunjung
Pria yang akrab disapa Hengki ini juga menekankan pentingnya kepatuhan seluruh pihak terhadap pengumuman resmi yang telah dikeluarkan BTNK. Ia mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, baik bagi pelaku usaha pariwisata maupun wisatawan.
“Seluruh pelaku usaha pariwisata, nakhoda, pemandu wisata, dan pengunjung wajib mengutamakan keselamatan serta mematuhi ketentuan dan arahan ini,” tegas Hengki.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah terjadinya risiko kecelakaan laut maupun insiden lain yang dapat muncul akibat cuaca ekstrem, terutama di wilayah perairan sekitar Labuan Bajo dan TN Komodo yang dikenal memiliki karakter gelombang dan angin yang dapat berubah cepat.
Latar Belakang Penutupan Sementara
Sebelumnya, BTNK telah menetapkan penutupan sementara wisata alam TN Komodo pada 12–15 Januari 2026 atau sampai cuaca kembali membaik. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Penutupan tersebut didasarkan pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim (Stamar) Tenau Kupang pada 11 Januari 2026. Dalam prakiraan itu disebutkan adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran.
Selain itu, BTNK juga mempertimbangkan Maklumat Pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo tertanggal 12 Januari 2026 yang secara resmi mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan setempat.
Pada periode yang sama, KSOP Labuan Bajo menetapkan penutupan total pelayaran kapal wisata, termasuk rute menuju TN Komodo. Larangan tersebut kemudian diperpanjang hingga 20 Januari mendatang atau hingga cuaca kembali membaik sesuai dengan pembaruan prakiraan BMKG.
Dengan kondisi ini, masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat memahami bahwa perpanjangan penutupan dilakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan bersama, sekaligus menunggu situasi alam kembali kondusif sebelum aktivitas wisata dibuka kembali.
(JT)







