Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng Meriahkan Hari Guru Lewat Mading

by -23 Views

NTT, TERBITINDO.COM – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, saya bersama teman-teman mahasiswa magang dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng, mendapatkan kesempatan berharga untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembuatan majalah dinding (mading) di SMP Negeri 5 Langke Rembong. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 dan menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif kami dalam mendukung aktivitas literasi dan kreativitas di lingkungan sekolah, sekaligus sebagai wujud penghargaan terhadap peran guru dalam dunia pendidikan.

Kegiatan pembuatan mading ini terlaksana melalui kerja sama antara mahasiswa magang dan pengurus OSIS SMP Negeri 5 Langke Rembong. Tema yang diangkat, yakni “Guruku Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, dipilih dengan pertimbangan bahwa guru merupakan sosok sentral dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan masa depan peserta didik. Tema tersebut diharapkan mampu menggugah kesadaran siswa untuk lebih menghargai jasa para guru yang selama ini dengan tulus membimbing mereka.

Kami berempat, yang terdiri atas satu mahasiswa laki-laki dan tiga mahasiswa perempuan, terlibat secara langsung dalam seluruh tahapan pembuatan mading. Proses tersebut dimulai dari perumusan konsep, penentuan isi, penulisan artikel dan puisi, hingga pengaturan desain tata letak dan penghiasan mading agar tampil menarik dan komunikatif. Selama proses berlangsung, kami tidak bekerja sendiri. Pengurus OSIS dengan penuh semangat turut membantu mengumpulkan berbagai karya siswa, seperti puisi, kata mutiara, serta ungkapan terima kasih yang ditujukan kepada para guru tercinta.

Antusiasme siswa dan OSIS dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Melalui mading, siswa diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan hormat, kagum, dan terima kasih kepada guru melalui media tulisan dan visual. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Guru Nasional, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menumbuhkan keberanian berkarya, meningkatkan kemampuan literasi, serta melatih kreativitas siswa secara nyata.

Lebih dari itu, proses pembuatan mading secara bersama-sama menumbuhkan nilai kebersamaan, rasa tanggung jawab, dan semangat gotong royong di lingkungan sekolah. Setiap pihak memiliki peran dan kontribusi masing-masing, sehingga hasil akhir mading menjadi buah dari kerja kolektif yang sarat makna. Kami sebagai mahasiswa magang pun merasakan secara langsung bagaimana kolaborasi sederhana dapat menciptakan pengalaman edukatif yang mendalam.

Pihak sekolah menyambut kegiatan ini dengan sangat positif. Dukungan dan apresiasi diberikan kepada kami selaku mahasiswa magang serta kepada pengurus OSIS yang telah menunjukkan inisiatif dan semangat kerja sama yang tinggi. Mading yang kini terpajang di ruang utama sekolah tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian seluruh warga sekolah dalam memperingati Hari Guru Nasional.

Melalui kegiatan ini, kami berharap agar pembuatan mading dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Tidak hanya sebagai agenda peringatan Hari Guru, tetapi juga sebagai media untuk menyalurkan kreativitas siswa, menumbuhkan minat baca dan tulis, serta memperkuat budaya literasi di sekolah. Mading sederhana ini kami harapkan mampu menyampaikan pesan mendalam bahwa guru adalah sosok luar biasa yang layak mendapatkan apresiasi, bukan hanya pada hari peringatan tertentu, melainkan dalam setiap proses kehidupan dan pembelajaran sehari-hari.

Sebagaimana ungkapan refleksi yang kami rasakan selama kegiatan berlangsung, “Menurut saya, kegiatan pembuatan mading ini merupakan pengalaman yang sangat bermakna karena tidak hanya melatih kreativitas dan kemampuan literasi siswa, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara siswa, guru, dan kami sebagai mahasiswa magang. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, nilai penghargaan, kerja sama, dan rasa hormat terhadap guru dapat ditanamkan secara nyata, sehingga makna Hari Guru Nasional tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar dirasakan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.”

Ludovikus Edwan Eduard

Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.