Mahasiswa Magang PBSI Ambil Bagian Aktif dalam Semarak Bulan Bahasa di SMPN 5 Langke Rembong

by -47 Views

NTT, TERBITINDO.COM – Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP Negeri 5 Langke Rembong, Ruteng, menjadi ruang pembelajaran yang bermakna, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi mahasiswa Magang 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kegiatan yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2025 ini berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh seluruh siswa kelas VII hingga kelas IX.

Sejak hari pertama, mahasiswa magang PBSI terlibat secara langsung dalam setiap rangkaian kegiatan. Mereka hadir mendampingi guru, membantu persiapan lomba, mengatur teknis pelaksanaan, hingga memberikan pendampingan intensif kepada para peserta. Keterlibatan ini menjadi bagian penting dari proses magang, sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan pedagogis dan sosial di lingkungan sekolah.

Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun ini mengusung tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”. Tema tersebut tercermin dalam berbagai jenis lomba yang diselenggarakan, mulai dari lomba lektor dan lektris, tutur Kitab Suci, mazmur, cerdas cermat, hingga pidato bahasa Inggris. Seluruh perlombaan dirancang untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa, sastra, dan literasi, sekaligus melatih keberanian mereka tampil di depan umum.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa magang PBSI tidak hanya berperan sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai motivator bagi siswa. Mereka mendampingi peserta sejak tahap latihan, membantu mengatur jalannya perlombaan, serta bertugas melakukan dokumentasi kegiatan. Kehadiran mahasiswa magang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan sekolah dan menciptakan suasana belajar yang lebih akrab dan komunikatif.

Salah satu mahasiswa magang PBSI, Heny Bebong, mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan Bulan Bahasa memberikan pengalaman berharga selama menjalani masa magang di sekolah.
Melalui kegiatan Bulan Bahasa ini, saya memperoleh pengalaman mendampingi siswa secara langsung, baik dalam kegiatan lomba maupun dalam membangun kepercayaan diri mereka. Kegiatan ini juga membantu saya memahami bagaimana sekolah merancang dan melaksanakan kegiatan literasi dan bahasa,” ujar Heny.

Hari Pertama: Lektor, Lektris, dan Tutur Kitab Suci
Rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama dengan lomba lektor dan lektris serta tutur Kitab Suci. Para siswa tampil membacakan teks di hadapan dewan juri dengan memperhatikan intonasi, lafal, dan penghayatan isi bacaan. Mahasiswa magang PBSI mendampingi siswa sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba, memastikan setiap peserta tampil dengan percaya diri.

Hari Kedua: Lomba Mazmur
Kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan lomba mazmur. Dalam perlombaan ini, siswa menunjukkan kemampuan melantunkan mazmur dengan teknik vokal yang baik serta penghayatan makna yang mendalam. Mahasiswa magang membantu mengatur urutan penampilan dan memberikan pendampingan kepada peserta sebelum naik ke panggung, sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib dan lancar.

Hari Ketiga: Cerdas Cermat
Memasuki hari ketiga, lomba cerdas cermat digelar dengan melibatkan perwakilan dari setiap kelas. Para peserta saling beradu cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar bahasa Indonesia, pengetahuan umum, dan kebudayaan. Suasana lomba berlangsung kompetitif namun tetap kondusif, dengan dukungan guru dan mahasiswa magang yang terus memberikan semangat kepada siswa.

Salah satu peserta lomba, Shiren, siswi kelas VII, mengaku senang mengikuti kegiatan Bulan Bahasa yang diselenggarakan di sekolahnya.
Saya senang mengikuti lomba karena bisa belajar berbicara di depan umum dan menambah pengetahuan. Kakak-kakak mahasiswa juga membantu kami saat persiapan,” ungkap Shiren.

Hari Keempat: Puncak Kegiatan Pidato Bahasa Inggris
Puncak kegiatan berlangsung pada hari keempat dengan lomba pidato bahasa Inggris. Para peserta menyampaikan pidato dengan tema bebas dan dinilai berdasarkan penguasaan materi, pelafalan, serta kepercayaan diri. Mahasiswa magang kembali berperan aktif mendampingi peserta sebelum dan sesudah penampilan, sekaligus memastikan jalannya perlombaan sesuai dengan ketentuan.

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 5 Langke Rembong menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa magang dalam kegiatan sekolah.
Mahasiswa magang sangat membantu, terutama dalam mendampingi siswa dan mendukung kegiatan Bulan Bahasa. Kehadiran mereka memberikan semangat tambahan bagi siswa,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi wadah kolaborasi antara guru, siswa, dan mahasiswa magang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa magang PBSI tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di lingkungan sekolah, tetapi juga mengembangkan keterampilan pedagogis, komunikasi, dan kerja sama sosial yang akan menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan.

Natalia Henia By Bebong

Mahasisa UNIKA St. Paulus Ruteng

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.