Aksi Demo Ojol di Depan Kedubes AS Usai, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Normal

by -10 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Aktivitas lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (Jakpus), kembali berjalan normal setelah aksi unjuk rasa yang digelar massa ojek online (ojol) di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) berakhir. Setelah menyampaikan aspirasi mereka, para pengemudi ojol membubarkan diri dengan tertib, sehingga ruas jalan yang sempat ditutup kini dapat kembali dilalui kendaraan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (14/1/2026), Jalan Medan Merdeka Selatan mulai dibuka sekitar pukul 15.15 WIB. Tak lama setelah barikade dibuka, arus kendaraan bermotor langsung mengalir dari dua arah. Kendaraan tampak datang silih berganti baik dari arah Jalan MH Thamrin maupun dari Jalan Ridwan Rais, menandai kembalinya fungsi jalan tersebut sebagai salah satu jalur penting di kawasan pusat pemerintahan.

Massa ojol yang sebelumnya memenuhi area depan Kedubes AS membubarkan diri secara tertib. Tidak tampak adanya gesekan atau kericuhan dalam proses pembubaran tersebut. Hujan deras yang turun di lokasi turut memengaruhi situasi, sehingga sebagian massa memilih berteduh di sisi jalan sebelum akhirnya meninggalkan area secara perlahan.

Saat ini, kondisi lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan terpantau lancar. Kendaraan bermotor dapat melintas tanpa hambatan berarti, dan tidak terlihat antrean panjang ataupun kemacetan yang sebelumnya sempat terjadi selama aksi berlangsung. Aktivitas warga dan pengguna jalan pun kembali normal seperti sedia kala.

Untuk diketahui, pada hari ini massa ojek online (ojol) sempat menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut, mereka membawa dua tuntutan utama, yakni mendesak Amerika Serikat membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta meminta pemerintah Republik Indonesia untuk lebih memperhatikan nasib dan kesejahteraan para pengemudi ojol.

“Iya, salah satu tuntutan kami juga adalah bagaimana bebaskan Maduro,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia, Cecep Saripudin, saat berorasi di depan Kedubes AS, Rabu (14/1).

Cecep juga secara tegas meminta Pemerintah RI agar menyampaikan kecaman terhadap Amerika Serikat atas tindakan yang dinilai mencampuri urusan Venezuela. Ia menekankan bahwa Venezuela merupakan negara berdaulat dan memiliki sistem demokrasi sendiri yang harus dihormati oleh negara lain.

“Salah satunya juga kita juga meminta pemerintah hari ini memberikan satu, apa, kecaman lah terhadap Amerika yang dilakukan terhadap Venezuela karena Venezuela hari ini adalah negara yang demokratis, negara yang berdaulat,” ujarnya.

Selain isu internasional tersebut, tuntutan utama lainnya yang disuarakan dalam aksi ini adalah persoalan regulasi ojek online di dalam negeri. Cecep meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan peraturan presiden (perpres) yang secara khusus mengatur dan melindungi pengemudi ojol. Menurutnya, hingga saat ini para pengemudi masih menghadapi berbagai persoalan berat, terutama terkait besarnya potongan dari aplikator yang dinilai memberatkan.

“Hari ini kami hadir meminta kepada Presiden untuk segera mengeluarkan perpres karena pada saat ini, sampai dengan hari ini, kawan-kawan ojek online penderitaannya sangat luar biasa. Potongan-potongannya sangat luar biasa,” kata Cecep.

“Maka kami meminta negara hadir di dalam kesejahteraan kawan-kawan ojek online dengan mengeluarkannya satu regulasi atau yang disebut dengan perpres,” sambungnya.

Dengan berakhirnya aksi tersebut dan dibukanya kembali Jalan Medan Merdeka Selatan, situasi di sekitar Kedubes AS kembali kondusif. Sementara itu, tuntutan para pengemudi ojol kini menunggu respons lebih lanjut dari pemerintah terkait isu internasional maupun kesejahteraan ojol di dalam negeri. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.