Belajar dari John Herdman: Strategi Menjaga Kesehatan di Tengah Gempuran Cuaca Ekstrem

by -6 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Cuaca ekstrem yang belakangan melanda berbagai wilayah Indonesia tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga memberi tantangan serius bagi kesehatan. Kondisi ini bahkan dialami oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang dilaporkan sempat kurang fit setelah tiba di Tanah Air. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi siapa saja, tanpa memandang latar belakang maupun tingkat kebugaran.

PSSI menyebutkan bahwa penurunan kondisi kesehatan John Herdman terjadi akibat proses adaptasi terhadap karakter cuaca Indonesia yang lembap dan berubah-ubah. Dampak tersebut cukup signifikan hingga sesi perkenalan resminya harus ditunda. Informasi ini disampaikan sebagaimana dilaporkan Kompas.com, Senin (12/1/2026), dan langsung menarik perhatian publik karena menunjukkan betapa pentingnya kesiapan fisik menghadapi lingkungan baru.


Perubahan cuaca bisa memengaruhi kondisi tubuh

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkapkan bahwa perbedaan cuaca yang mencolok menjadi tantangan awal bagi John Herdman sejak kedatangannya. “Kondisinya kurang fit. Mungkin penyesuaian cuaca saja,” ujar Sumardji. Pernyataan ini mencerminkan realitas yang dihadapi banyak pendatang maupun masyarakat lokal ketika cuaca berubah drastis.

Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia mengalami hujan deras, tingkat kelembapan yang tinggi, serta fluktuasi suhu yang cepat. Kombinasi faktor ini membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan suhu dan metabolisme. Tanpa persiapan yang memadai, tubuh dapat mengalami kelelahan, penurunan daya tahan, hingga gangguan kesehatan lainnya.


Mengapa cuaca ekstrem berisiko bagi kesehatan?

Risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem tidak bisa dipandang sebelah mata. Dokter Spesialis Anak subspesialisasi Respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A.(K), menjelaskan bahwa perubahan kondisi lingkungan yang mendadak dapat berdampak langsung pada sistem tubuh manusia. “Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis bisa menyebabkan gangguan pernapasan, kelelahan, hingga penurunan imunitas,” kata Nastiti kepada Antara, Selasa (23/12/2025).

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, infeksi saluran pernapasan, serta gangguan pencernaan jika tidak diantisipasi dengan baik. Artinya, kewaspadaan dan upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar tubuh mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat.


Tips menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem

Berangkat dari kasus John Herdman dan berbagai peringatan para ahli, ada sejumlah langkah sederhana namun penting yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem. Langkah-langkah ini tidak hanya relevan bagi pendatang, tetapi juga bagi masyarakat yang menjalani aktivitas harian.

Cukupi asupan cairan setiap hari
Tubuh tetap membutuhkan cairan meski tidak selalu merasa haus. Pada kondisi cuaca panas dan lembap, kebutuhan cairan justru meningkat untuk mencegah dehidrasi dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

Jaga pola makan bergizi seimbang
Asupan sayur, buah, protein, serta vitamin yang cukup membantu memperkuat daya tahan tubuh. Pola makan yang seimbang menjadi fondasi penting agar tubuh mampu menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem.

Sesuaikan pakaian dengan kondisi cuaca
Pemilihan pakaian yang tepat berperan besar dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan. Gunakan pakaian yang menyerap keringat saat cuaca panas, serta pakaian hangat dan pelindung tubuh saat hujan atau udara dingin.

Batasi aktivitas fisik berlebihan
Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat memicu kelelahan, terutama pada masa awal adaptasi atau ketika tubuh belum sepenuhnya fit. Mendengarkan sinyal tubuh menjadi kunci agar tidak memaksakan diri.

Pastikan istirahat yang cukup
Tidur yang berkualitas membantu tubuh memulihkan energi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Istirahat yang cukup juga berperan penting dalam menjaga sistem imun tetap kuat.


Perilaku hidup bersih dan sehat tetap diperlukan

Selain menjaga asupan dan aktivitas, perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi pilar utama di tengah cuaca yang tidak menentu. Nastiti menekankan pentingnya kebiasaan preventif dalam kehidupan sehari-hari. “Gunakan masker di tempat ramai, rajin mencuci tangan, dan hindari kontak dengan orang yang sedang sakit,” ujarnya.

Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI turut menambahkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang kerap muncul saat musim hujan maupun pancaroba. Lingkungan yang bersih membantu menekan risiko munculnya sumber penyakit, baik di rumah maupun di ruang publik.


Kasus John Herdman menjadi contoh nyata bahwa cuaca ekstrem dapat memengaruhi siapa saja, termasuk individu dengan kondisi fisik yang baik dan terbiasa dengan tekanan tinggi. Dengan mengenali risiko, memahami cara kerja tubuh, serta menerapkan langkah pencegahan sejak dini, dampak buruk cuaca ekstrem terhadap kesehatan dapat diminimalkan. Upaya ini penting tidak hanya bagi pendatang yang sedang beradaptasi, tetapi juga bagi masyarakat yang menjalani aktivitas sehari-hari di tengah dinamika cuaca yang semakin tak terduga. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.