Wisata Berujung Duka, Pelajar SMP Tenggelam di Tiwu Pai

by -21 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Keindahan alam Air Terjun Tiwu Pai yang selama ini memikat wisatawan berubah menjadi saksi sebuah peristiwa tragis. Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Fransiskus Xaverius Ruteng dilaporkan tenggelam saat berwisata di lokasi tersebut. Peristiwa memilukan itu terjadi di Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (11/1/2026).

Korban diketahui bernama Armendo W Jeferson (14), seorang pelajar kelas VIII SMP Fransiskus Xaverius Ruteng. Ia berasal dari Orong, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Hari itu, Armendo datang ke Tiwu Pai bersama 11 orang rekannya untuk menikmati waktu libur dengan berenang dan bermain air di kawasan wisata alam yang tengah naik daun tersebut.

Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat rombongan pelajar itu berenang di sekitar air terjun. Awalnya, suasana tampak normal seperti wisata alam pada umumnya. Namun, tanpa diduga, arus air di kawasan tersebut berubah menjadi berbahaya bagi korban.

“Saat kejadian, korban diduga terseret arus dan tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya,” kata Joko Sugiarto.

Hilangnya Armendo sontak menimbulkan kepanikan di antara teman-temannya. Upaya pencarian awal dilakukan secara spontan oleh rekan-rekan korban, namun derasnya arus dan kondisi alam membuat mereka kesulitan menemukan Armendo. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada aparat setempat.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas Polri, TNI, dan masyarakat setempat segera bergerak melakukan pencarian. Proses pencarian difokuskan dengan menyusuri aliran sungai serta area di sekitar lokasi kejadian, mengingat kemungkinan korban terbawa arus air terjun.

Menariknya, dalam proses pencarian itu, unsur kearifan lokal juga turut dilibatkan. Kapolsek Reo menjelaskan bahwa masyarakat bersama petugas melaksanakan ritual adat sebagai bagian dari ikhtiar pencarian korban, sebuah tradisi yang masih dipegang teguh oleh warga setempat dalam menghadapi peristiwa-peristiwa alam dan kemanusiaan.

Namun, hingga proses pencarian yang dilakukan sejak siang hari tersebut berakhir pada sore hari, Armendo belum juga ditemukan. Kondisi alam dan keterbatasan jarak pandang menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.

“Korban sampai sekarang belum ditemukan. Untuk sementara pencarian dihentikan, dilanjutkan besok pagi proses pencarian korban,” jelas Joko.

Air Terjun Tiwu Pai sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang mulai ramai dikunjungi wisatawan dalam beberapa waktu terakhir. Lokasi ini semakin populer sejak tahun lalu, setelah foto dan video keindahan alamnya—yang menampilkan danau alami dan air terjun—banyak beredar di media sosial. Pesona alam yang masih asri menjadi daya tarik utama, namun di balik keindahan tersebut tersimpan pula potensi bahaya, terutama saat pengunjung kurang waspada terhadap kondisi alam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wisata alam memerlukan kehati-hatian ekstra, khususnya di kawasan perairan dengan arus yang dapat berubah sewaktu-waktu. Sementara itu, masyarakat dan keluarga korban masih menaruh harapan besar agar proses pencarian yang akan dilanjutkan keesokan harinya dapat segera membuahkan hasil. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.