Dorong Investasi Nasional, Bahlil Instruksikan PLN Percepat Pembangunan Pembangkit Listrik RUPTL

by -15 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan investasi nasional, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara tegas memerintahkan PT PLN (Persero) untuk segera membangun pembangkit-pembangkit listrik yang telah disepakati dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034. Langkah ini dinilai krusial untuk mengakselerasi investasi yang dalam satu tahun terakhir menunjukkan tren perlambatan.

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis. Dalam forum tersebut, Bahlil menegaskan bahwa percepatan pembangunan pembangkit listrik menjadi prioritas pemerintah dalam waktu dekat.

“Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL,” ucap Bahlil di hadapan awak media.

Penekanan ini bukan tanpa alasan. Bahlil mengungkapkan bahwa realisasi investasi sektor ESDM pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2024 investasi sektor ESDM berhasil mencapai angka 32,3 miliar dolar AS, maka pada 2025 realisasinya turun menjadi 31,7 miliar dolar AS. Penurunan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat sektor ESDM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Saat memaparkan evaluasinya, Bahlil secara lugas menunjuk sektor kelistrikan sebagai penyumbang utama koreksi investasi. “Di mana koreksinya? Di listrik,” kata Bahlil, menegaskan bahwa perlambatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berdampak langsung pada capaian investasi secara keseluruhan.

Secara lebih rinci, Bahlil menjelaskan bahwa realisasi investasi sektor mineral dan batu bara (minerba) tercatat sebesar 6,7 miliar dolar AS. Sementara itu, sektor minyak dan gas bumi (migas) menyumbang investasi terbesar dengan nilai 18,0 miliar dolar AS. Di sisi lain, sektor listrik hanya mencatatkan realisasi sebesar 4,6 miliar dolar AS, dan sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) sebesar 2,4 miliar dolar AS.

Melihat komposisi tersebut, Bahlil menilai bahwa dibutuhkan upaya ekstra untuk mendorong sektor-sektor yang masih tertinggal, khususnya kelistrikan. “Ini saya lihat memang ada terjadi butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,” ucapnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah telah merancang rencana penambahan pembangkit listrik dengan total kapasitas mencapai 69,5 Gigawatt (GW). Rencana tersebut didominasi oleh pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dengan kapasitas 42,6 GW atau sekitar 61 persen dari total kapasitas. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas penyimpanan energi (storage) sebesar 10,3 GW atau 15 persen, serta pembangkit berbasis fosil sebesar 16,6 GW atau 24 persen dari total kapasitas yang direncanakan.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa implementasi RUPTL bukan hanya soal pembangunan pembangkit, tetapi juga investasi besar yang berdampak luas. Menurutnya, untuk menjalankan RUPTL 2025–2034, dibutuhkan investasi sekitar Rp3.000 triliun dalam kurun waktu sepuluh tahun.

Darmawan menjelaskan bahwa realisasi RUPTL akan membawa manfaat strategis bagi Indonesia. Selain menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, program ini juga akan memperkuat ketahanan energi nasional, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta mendorong transisi dari ketergantungan energi impor menuju pemanfaatan energi domestik.

Tak hanya itu, pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional juga menuntut pembangunan infrastruktur penunjang dalam skala masif. “Pengembangan sistem tersebut memerlukan pembangunan 48.000 kilometer jaringan transmisi dan 109.000 MegaVolt-Ampere (MVA) gardu induk,” ungkap Darmawan, menegaskan besarnya tantangan sekaligus peluang yang ada.

Dengan dorongan langsung dari Menteri ESDM dan komitmen kuat dari PLN, pemerintah optimistis percepatan pembangunan pembangkit listrik dalam kerangka RUPTL akan menjadi motor penggerak investasi, sekaligus fondasi penting bagi transformasi energi dan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. (JT)