Jakarta, TERBITINDO.COM – Semangat Natal yang sarat akan kasih, kepedulian, dan kebersamaan masih terasa hangat di awal tahun 2026. Hal itu tampak dalam momen sederhana namun penuh makna ketika Susteran Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menerima kado Natal dari Yayasan Alphard Graha Titian Harapan. Pemberian tersebut menjadi wujud nyata solidaritas dan kasih berbagi, khususnya kepada para suster yang selama ini setia melayani masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Senin sore, 5 Januari 2026, bertempat di Biara KFS Mbay yang berlokasi di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa. Suasana penyerahan berlangsung sederhana, tanpa seremoni berlebihan, namun terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kebersamaan itu, tersirat pesan kuat bahwa Natal bukan sekadar perayaan, melainkan panggilan untuk saling memperhatikan dan menguatkan.
Pendiri Yayasan Alphard Graha Titian Harapan, Yohanes Siga, hadir langsung menyerahkan kado Natal tersebut. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada para suster KFS yang selama ini tanpa lelah mengabdikan diri bagi masyarakat.
“Kami datang bawa sedikit oleh oleh dari Yayasan, membantu suster di sini, informasi yang kami dengan Suster ada sementara membangun rumah Panti Jompo,” ujar Yohanes di hadapan para suster.
Yohanes yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Nagekeo itu menegaskan bahwa apa yang diberikan mungkin tidak besar, namun lahir dari niat tulus untuk berbagi. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban Susteran KFS, terutama dalam upaya mereka membangun rumah panti jompo yang saat ini sedang dirintis.
“Ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap membawa kebahagiaan, jangan dilihat dari jumlah dan nilainya, kami memberi dan berbagi dari kekurangan,” ucapnya dengan penuh kerendahan hati.
Ungkapan tersebut mencerminkan semangat Natal yang sesungguhnya: memberi bukan karena berlebih, melainkan karena peduli. Bantuan itu pun disambut dengan rasa syukur dan haru oleh pihak Susteran KFS.
Di tempat yang sama, Suster Bernadin, KFS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bingkisan Natal yang diterima. Baginya dan para suster lainnya, kehadiran Yayasan Alphard Graha Titian Harapan bukan sekadar membawa bantuan materi, tetapi juga membawa penguatan batin.
Suster Bernadin mengungkapkan bahwa perhatian seperti ini menjadi sumber semangat dalam menjalani tugas pelayanan pastoral dan sosial yang kerap dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Dalam keseharian, para suster harus bergulat dengan tantangan pelayanan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun karya sosial lainnya.
Baginya, bantuan dari Yayasan Alphard Graha Titian Harapan bukan hanya soal materi, tetapi tanda kasih dan perhatian yang menguatkan kami untuk terus melayani dengan sukacita.
“Sedikit banyak tentu sudah sangat menolong, semuanya berkat Tuhan sehingga bapa mereka dalam keseharian dapat memberikan yang terbaik dan pelayanan kepada masyarakat dan Negara,” ungkapnya.
Penyerahan kado Natal ini pun menjadi momentum penting dalam mempererat relasi antara lembaga sosial dan komunitas religius. Di dalamnya terjalin semangat kebersamaan dan gotong royong, sebuah nilai yang menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Nagekeo.
Pihak Susteran KFS mengakui bahwa saat ini mereka memang tengah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan pembangunan panti jompo yang berlokasi di Ratedosa, Desa Aeramo. Hingga kini, pembangunan rumah sementara untuk panti jompo tersebut masih terus berjalan, dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar rencana tersebut dapat terwujud dengan baik.
Tentang Kongregasi Fransiskanes Sambas
Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) memiliki sejarah panjang dalam karya misi dan pelayanan. Kongregasi ini berasal dari Kongregasi Fransiskanes Peniten Rekolektine yang berkedudukan di Etten Leur, Belanda, dan didirikan oleh Muder Marie Joseph Raymakers. KFS berstatus keuskupan (diosesan) dan berada di wilayah Keuskupan Breda.
Pada tahun 1924, kongregasi ini mengutus enam suster misionaris pertamanya ke Indonesia, yang pada masa itu masih dikenal sebagai Hindia Belanda. Enam suster tersebut adalah Zr Muder Sophie, Zr Leontine, Zr Elizabeth, Zr Rosa, Zr Eudoxia, dan Zr Aquina. Pada 11 Juni 1924, mereka pertama kali menginjakkan kaki di Kota Sambas setelah menempuh perjalanan panjang dengan kapal dari Belanda, dengan satu tujuan utama: mewartakan Injil bagi umat Kristiani.
Selama berkarya di Sambas, keenam suster tersebut melakukan berbagai aksi dan pelayanan nyata bagi masyarakat. Kiprah dan pengabdian mereka di tanah misi ini kemudian diceritakan oleh Sr. Yudith KFS dan Sr. Jeanne Marie KFS, menjadi bagian penting dari sejarah panjang KFS di Indonesia.
Di Kabupaten Nagekeo, keberadaan Biara KFS hingga kini tetap aktif memberikan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Di bawah naungan Yayasan Amal dan Kurban Flores KFS, mereka mendirikan Sekolah St. Theresa, mulai dari jenjang TK hingga SMA, yang berlokasi di Danga, Kecamatan Aesesa, serta di Maunori, Kecamatan Keo Tengah.
Sementara di sektor kesehatan, KFS mengelola sejumlah fasilitas pelayanan, antara lain Klinik Pratama di Ratedosa, St. Clara Nila di Desa Mbay 2, Kecamatan Aesesa, serta Klinik St. Yoseph Raja di Kecamatan Boawae. Semua karya tersebut menjadi bukti nyata komitmen KFS dalam melayani masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Melalui kado Natal dari Yayasan Alphard Graha Titian Harapan ini, harapan dan semangat pelayanan para suster kembali diteguhkan. Sebuah pengingat bahwa di tengah keterbatasan, kasih yang dibagikan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk menguatkan sesama. (JT)
