Gelombang Tinggi Mengintai Perairan NTT, BMKG Ingatkan Warga Pesisir dan Pelaku Pelayaran Tingkatkan Kewaspadaan

by -9 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat pesisir dan para pelaku aktivitas kelautan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan ini menyusul potensi gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terhitung sejak Kamis (2/1) hingga Senin (5/1). Kondisi ini dinilai berisiko bagi keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil dan aktivitas nelayan tradisional.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, menyampaikan imbauan tersebut saat ditemui di Kupang, Jumat. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap dinamika cuaca laut yang berpotensi berubah secara cepat. “Waspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang dapat terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT pada 2–5 Januari 2026,” ujarnya.

Menurut Yandri, potensi gelombang tinggi tersebut diperkirakan akan melanda berbagai wilayah strategis perairan di NTT. Beberapa di antaranya meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor–Pantar, serta Laut Sawu. Wilayah-wilayah ini dikenal sebagai jalur pelayaran dan kawasan tangkap ikan yang cukup padat aktivitas, sehingga peningkatan tinggi gelombang menjadi perhatian serius.

Tidak hanya itu, potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, hingga perairan selatan Timor–Rote. Luasnya cakupan wilayah terdampak menunjukkan bahwa kondisi cuaca laut kali ini bersifat regional dan membutuhkan kesiapsiagaan bersama.

Yandri menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh adanya tekanan rendah di wilayah utara Australia. Sistem tersebut membentuk daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar NTT, yang pada akhirnya mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat, disertai petir serta angin kencang berdurasi singkat. Dalam kondisi seperti ini, laut menjadi lebih dinamis dan berpotensi menimbulkan gelombang yang lebih tinggi dari biasanya.

Dari hasil pengamatan BMKG, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 23 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah perairan, antara lain Selat Sape, Selat Sumba, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantai, Selat Alor, perairan Flores, perairan Alor–Pantar, perairan selatan Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor–Rote. Kondisi ini, kata Yandri, sangat berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah tersebut. “Waspadai awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG juga memberikan imbauan khusus kepada para pengguna jasa laut. Pengguna perahu nelayan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, operator kapal tongkang diingatkan agar lebih berhati-hati dan mempertimbangkan keselamatan pelayaran ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter. Imbauan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut dan kerugian yang tidak diinginkan.

Dengan kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem tersebut, BMKG mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir NTT, untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengutamakan keselamatan. Kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci penting dalam menghadapi dinamika alam yang tidak menentu. (Jerry Tou)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.