Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Vox Point Indonesia Komitmen Merawat Kebhinekaan

by -2225 Views

Yohanes Handojo Budhisedjati (Ketua Umum Vox Point Indonesia)

Jakarta,TERBITINDO.COM – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia terus berkomitmen merawat Kebhinekaan Bangsa Indonesia. Vox Point Indonesia juga bertekad menjaga nilai-nilai kebangsaan yang termuat dalam empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Komitmen Vox Point Indonesia tidak sebatas retorika belaka. Namun dalam bentuk karya nyata. Dibuktikan dengan berbagai tindakan. Perjumpaan dengan semua elemen bangsa menjadi agenda yang terus dilakukan.

Salah satu yang dilakukan yakni Silaturahmi Kebangsaan, di Hotel Novotel Cikini, Jakarta Pusat, Senin 23 Mei 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, tokoh lintas partai politik, tokoh lintas agama, ormas keagamaan dan perwakilan masyarakat sipil.

Dalam rilis yang diterima media ini, kegiatan Silaturahmi kebangsaan ini bertujuan untuk membangun relasi, mempererat
hubungan baik dan dapat menguatkan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Kegiatan ini juga di isi dengan talk show kebangsaan. Tujuannya untuk melahirkan ide dan gagasan terkait wawasan
kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Serta menjadi sarana untuk
memeberikan edukasi politik kepada elemen bangsa Indonesia. Terutama menjelang Pemilu 2024.

“Sejak berdirinya Ormas Katolik ini 12 Maret 2016, kami para Inisiator dan semua pengurus telah berkomitmen untuk menjaga dan merawat Kebhinekaan. Kami telah menyatakan tekad dan mengajak semua elemen bangsa agar menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Sehingga bangsa ini tetap kokoh dan utuh sampai kapan pun,” kata Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, di Jakarta, Senin, (23/5/2022.

Handojo menjelaskan, Ormas Katolik Vox Point Indonesia mempunyai tekad yang kuat agar semua elemen bangsa bisa menjalin persahabatan dengan sesama anak bangsa. Namun, kata dia, hal tersebut tak bisa dilakukan apabila kita masih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok. Untuk itu, ia menekankan agar semua elemen bangsa harus meninggalkan ego, tapi mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

“Vox Point Indonesia mempunyai banyak pengalaman perjumpaan. Kita menjadi sahabat bagi semua orang. Bagi kami, perjumpaan merupakan harta yang paling berharga yang mesti terus dirawat. Kita melakukan silaturahmi kebangsaan dengan semua elemen bangsa. Tanpa perjumpaan, kita hanya bisa berasumsi. Perjumpaan akan membawa suasana lebih cair dan kita bisa berbagi pengalaman, ide dan gagasan untuk membangun bangsa ini ke depan,” ujar Handojo.

Ia mengatakan, karya Vox Point Indonesia selama enam tahun ini mungkin tak populer di kalangan publik. Namun, upaya Vox Point Indonesia menjadi penting untuk membuka sekat-sekat perbedaan. Karena selama ini, kata dia, kita masih mendebatkan perbedaan. Padahal, perbedaan latar belakang bukan menjadi alasan agar kita tidak bersatu membangun bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri, maju dan berkembang.

Vox Point Indonesia, kata dia, punya cara pandang yang berbeda. Ia menilai, menjadi sahabat bagi semua orang merupakan implementasi dari seruan persaudaraan seperti tema Natal 2021 yakni Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan.

“Inilah yang kita harapkan bersama mengeratkan hubungan antar masyarakat Indonesia. Tanpa lihat latar belakang suku, agama, ras golongan bahkan pandangan politik. Semangat persatuan dan persaudaraan harus menjadi semangat kebangsaan, menjadi tema nasional yang harus membumi sampai ke tengah masyarakat. Tema tersebut sangat sesuai dengan keadaan bangsa saat ini. Untuk itu, kita harus menjadi aktor yang bisa menjalin hubungan baik dengan semua elemen bangsa Indonesia,” katanya.

Handojo menjelaskan apa yang dilakukan Vox Point Indonesia juga terinspirasi dari Paus Fransiskus. Ia menyebut, upaya Paus Fransiskus dalam menjalin dan memperkuat persaudaraan menjadi inspirasi yang harus dilakukan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana diketahui Paus Fransiskus telah mengadakan kunjungan bersejarah ke Uni Emirat Arab (UEA) pada 3 Februari 2019. Hal ini menjadi tonggak sejarah dalam dialog antaragama untuk pembicaraan tentang toleransi. Dokumen Abu Dhabi berisi tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama.

Paus Fransiskus menegaskan bahwa “iman kepada Allah mempersatukan dan tidak memecah belah. Iman itu mendekatkan kita, kendatipun ada berbagai macam perbedaan, dan menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian.“

Selain itu, kata Handojo, hal lain yang perlu kita pelajari dari Paus Fransiskus ketika mendoakan korban perang di Irak. Ia menyebut kunjungan Paus ke Irak mempunyai nilai yang sangat penting. Paus Fransiskus, kata dia, mengatakan kepada warga Muslim dan Kristen bahwa “persaudaraan lebih awet daripada perang saudara.”

Untuk itu, Handojo meminta semua elemen bangsa agar terus menyatukan tekad menjaga keberagaman. Sebab, kata dia, ancaman serius bangsa Indonesia adalah perpecahan karena polarisasi kepentingan politik, radikalisme, intoleransi dan terorisme.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.