Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin Pimpin Perayaan Ekaristi HUT Ke-10 Vox Point Indonesia

by -4473 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin memimpin Perayaan Ekaristi HUT Ke-10 Vox Point Indonesia di Aula Radio Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Barat, No 4-5, Jakarta Pusat, Jumat 5 Juni 2026.

Dalam sambutan usai Perayaan Ekaristi Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menyampaikan selamat atas perjalanan Vox Point Indonesia selama satu dekade.

“Bersama seluruh Uskup Se-Indonesia, saya mengucapkan selamat atas perjalanan 10 tahun Vox Point Indonesia,” ungkapnya.

Mgr. Anton menyebut perjalanan Vox Point Indonesia selama 10 tahun tidak mudah. Ormas Katolik ini tetap menunjukkan eksistensinya dalam pelayanan di bidang sosial politik kemasyarakatan.

“Tentu tidak mudah ketika mulai berkembang hingga saat ini. Ada dinamika yang luar biasa memiliki dinamika politik di mana dalam perjalanan 10 tahun ada pemilihan kepala daerah, ada pemilihan kepala pemerintahan. Disitulah terjadi dinamika. Kita diuji integritas moral spiritual kita. Bagaiamana kita harus mampu mewujudkan nilai-nilai Injil dan sila-sila Pancasila,” ujarnya.

Ia berharap Vox Point Indonesia berperan aktif dan terlibat dengan berbagai unsur untuk memperbaiki situasi setiap persoalan yang dihadapi Indonesia.

“Dan sungguh semoga dalam keadaan saat ini ketika 10 tahun (Vox Point Indonesia) orang berkata bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, inilah kesempatan bagaimana Vox Point Indonesia terlibat dengan berbagai unsur, semua anak bangsa yang berkehendak baik untuk memperbaiki situasi,” tegas Mgr. Anton.

Hadir mendampingi Mgr. Antonius Subianto Bunjamin dalam Perayaan Ekaristi ini Moderator DPN Vox Point Indonesia RD. Agustinus Heri Wibowo dan Moderator Vox Point Banten RP. Hendrikus Maku, SVD.

Pada kesempatan ini, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin bersama Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhsedjati melucurkan sebuah karya Vox Point Indonesia yakni Program Digital Storytelling untuk Perkuat Literasi Anak Indonesia.

Program ini mengingat pentingnya dongeng bagi kecerdasan anak-anak Indonesia yang terinspirasi dari Kisah Santo bersama Ki Petrus dan Cerita Rakyat Nyi Dayat di TikTok, Instagram, dan YouTube.

Program ini terdiri dari dua kanal utama, yaitu Kisah Santo bersama Ki Petrus, yang menghadirkan kisah Santo dan Santa atau orang kudus dalam tradisi Gereja Katolik, serta Cerita Rakyat Nyi Dayat, yang mengangkat berbagai cerita rakyat dari seluruh pelosok Indonesia. Kedua program ini hadir di TikTok, Instagram, dan YouTube agar dapat diakses secara luas oleh anak-anak, orang tua, keluarga, guru, komunitas pendidikan, serta masyarakat umum.

Kanal Kisah Santo bersama Ki Petrus dapat diakses melalui TikTok di @kisahsanto, Instagram di @kisahsanto, dan YouTube di @kisahsantobersamakipetrus. Sementara itu, Cerita Rakyat Nyi Dayat hadir di TikTok melalui @nyi.dayat, Instagram melalui @nyidayat, dan YouTube melalui @ceritanyidayat.

Karya ini digagas dan diproduksi oleh Indra Charismiadji, Wakil Ketua Umum Vox Point Indonesia, yang juga dikenal luas sebagai pemerhati dan praktisi pendidikan nasional. Dalam paparannya, Indra menyampaikan bahwa gagasan program ini lahir dari keyakinan bahwa cerita, dongeng, dan narasi memiliki kekuatan besar dalam membentuk kecerdasan, imajinasi, karakter, dan daya nalar anak.

Indra mengutip ungkapan terkenal Albert Einstein, “Jika Anda ingin anak-anak Anda cerdas, bacakan mereka dongeng. Jika Anda ingin mereka lebih cerdas, bacakan mereka lebih banyak dongeng.” Menurutnya, pesan tersebut tetap sangat relevan hingga hari ini, bahkan semakin penting di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital.

“Einstein sudah mengingatkan bahwa dongeng bukan sekadar hiburan. Dongeng adalah pintu masuk bagi imajinasi, rasa ingin tahu, kemampuan berbahasa, daya nalar, dan pembentukan karakter anak. Pertanyaannya, bagaimana pesan itu kita terjemahkan di era digital? Anak-anak hari ini hidup di ruang digital. Karena itu, kita perlu menghadirkan dongeng, kisah keteladanan, dan cerita rakyat ke dalam format yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Indra.

Dalam Perayaan Ekaristi ini juga digelar Pelantikan Pengurus 10 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di antaranya DIY, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Papua Barat Daya dan Papua Selatan.

Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati mengatakan Perayaan Ekaristi ini merupakan wujud syukur atas usia dan semua karya pelayanan Ormas Katolik yang lahir 12 Maret 2016 itu.

Ia menyebut, kehadiran Vox Point Indonesia untuk membantu Gereja dalam karya pelayanan sosial politik di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, kaum awam diminta untuk terlibat aktif dalam menyucikan dunia.

“Para Voxian yang merupakan kaum awam diutus untuk menyucikan tata dunia sosial politik, pendidikan, ekonomi dan berbagai lini pengabdian lainnya,” ujar Handojo.

Karena itu, ia meminta seluruh DPD yang baru dilantik dan seluruh Voxian untuk terus membawa misi pelayanan Vox Point Indonesia agar berdampak bagi umat Katolik dan masyarakat Indonesia.

“Mari kita jadikan Vox Point Indonesia sebagai komunitas yang solid dan berintegritas. Yang selalu menginspirasi dan memotivasi spirit keimanan katolik dan spirit kebangsaan di dalam kehidupan gereja dan bernegara,” ujarnya.

Sebelum Perayaan Ekaristi ini digelar Focus Group Discussion (FGD), yang digelar Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), sebuah organisasi yang dilahirkan oleh Vox Point Indonesia.

Focus Group Discussion ini membahas Nasib Guru Honorer dengan Tema
“Menata Ulang Kebijakan Guru Honorer Pasca-SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 untuk Pendidikan yang Adil, Bermutu, Bermartabat, dan Berkelanjutan”.

Yohanes Handojo Budhsedjati yang juga merupakan Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) menegaskan kegiatan ini sebagai forum dialog strategis untuk membahas secara mendalam persoalan guru honorer di Indonesia, khususnya pasca terbitnya Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, baik yang berada di bawah kewenangan Kemendikdasmen, Kementerian Agama, pemerintah daerah, maupun satuan pendidikan.

“Forum ini juga dimaksudkan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah, DPR RI, organisasi profesi, lembaga riset, dan pemangku kepentingan pendidikan nasional,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.