Festival Kopling 2026: Sinergi Pemkot Kupang dan Kementerian UMKM Dorong Ekonomi Kreatif dan Budaya Populer Daerah

by -38 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan komitmen serius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan budaya populer daerah melalui sinergi strategis bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu wujud nyata dari kolaborasi tersebut adalah rencana penyelenggaraan Festival UMKM yang dipadukan dengan Festival Musik Koplo atau Festival Kopling pada tahun 2026.

Gagasan besar ini lahir dari kesadaran bersama bahwa event kreatif berbasis budaya dan hiburan memiliki daya ungkit yang kuat terhadap perputaran ekonomi daerah. Festival tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga motor penggerak bagi pelaku UMKM, sektor jasa, hingga industri pariwisata lokal.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, di Kupang, NTT, Rabu, menegaskan bahwa Pemkot Kupang membuka diri terhadap berbagai inisiatif kreatif yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, festival yang diinisiasi oleh Kementerian UMKM ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kota Kupang yang berfokus pada penguatan UMKM dan pemanfaatan ruang publik.

“Saat ini, Pemkot Kupang berfokus mengembangkan UMKM dan menghidupkan ruang-ruang publik melalui event dan festival. Berdasarkan pengalaman kami, konser dan festival musik terbukti mampu menggerakkan UMKM, sektor perhotelan, serta ekonomi kota secara keseluruhan,” ujarnya saat pertemuan bersama delegasi Kementerian UMKM dan mitra kreatif nasional.

Serena menjelaskan bahwa Kota Kupang telah memiliki pengalaman positif dalam mengelola event berbasis ekonomi kerakyatan. Salah satu contoh konkret adalah program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang selama ini berhasil menciptakan ruang temu antara pelaku UMKM dan masyarakat, sekaligus meningkatkan perputaran uang di tingkat lokal.

Keberhasilan tersebut menjadi landasan optimisme Pemkot Kupang dalam menyambut rencana Festival Musik Koplo Keliling (Kopling). Ia menilai konsep festival keliling yang memadukan musik, UMKM, dan kreativitas anak muda sangat relevan dengan visi pemerintah daerah.

Oleh karena itu, rencana Festival Kopling dipandang sejalan dengan upaya Pemkot Kupang dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, memperluas akses promosi bagi pelaku UMKM, serta membuka panggung yang lebih luas bagi musisi dan kreator lokal untuk tampil dan berkembang.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Do & Done Creative Partner, Penni Octora, selaku mitra kreatif nasional, memaparkan gambaran besar Festival Kopling yang telah resmi diluncurkan oleh Menteri UMKM RI. Menurutnya, festival ini dirancang bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai platform strategis untuk mengangkat potensi UMKM daerah sekaligus menghidupkan kembali musik koplo sebagai bagian dari industri kreatif nasional.

“Festival Kopling dirancang dalam bentuk roadshow di 10 kota dan tiga negara. NTT, khususnya Kota Kupang, menjadi salah satu wilayah yang masuk radar kami. Kami ingin mengangkat UMKM daerah serta mengolaborasikan musik lokal NTT dengan musik koplo agar lebih dekat dan diterima generasi muda,” ujar Penni.

Ia menambahkan bahwa setiap penyelenggaraan Festival Kopling melibatkan berbagai sponsor nasional, seperti BRI, Pertamina, Grab, serta sejumlah BUMN lainnya. Dukungan tersebut memungkinkan festival dikemas dalam konsep terpadu yang menyatukan konser musik, pameran UMKM, talkshow inspiratif, hingga penyediaan ruang kreatif bagi anak muda.

Tidak hanya itu, penyelenggara juga menghadirkan nilai tambah nyata bagi pelaku UMKM dengan memberikan fasilitas gratis pembuatan badan usaha (CV) selama festival berlangsung. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan memiliki legalitas usaha yang lebih kuat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas peluang kolaborasi lanjutan yang lebih luas. Mulai dari dukungan venue dan promosi daerah, pemberdayaan musisi lokal, hingga sinergi program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN untuk kegiatan sosial, lingkungan, serta pemberdayaan nelayan dan petani di wilayah NTT.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk melanjutkan pembahasan kerja sama secara resmi melalui surat dan presentasi lanjutan, baik di tingkat Pemerintah Kota Kupang maupun Kementerian UMKM RI. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Festival Kopling 2026 sebagai agenda besar yang membawa manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi Kota Kupang dan sekitarnya. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.