Gelombang Laut Menguat di NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hingga 18 Januari 2026

by -112 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut dengan ketinggian sedang. Peringatan ini berlaku mulai 15 hingga 18 Januari 2026, seiring dengan dinamika cuaca dan laut yang diperkirakan masih cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan.

BMKG memprakirakan gelombang laut di sejumlah perairan NTT dapat mencapai ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, perikanan, hingga transportasi laut antarpulau yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Gelombang Sedang Dipicu Pola Angin

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, Kamis, menjelaskan bahwa kondisi gelombang tersebut dipengaruhi oleh pola angin yang berkembang di wilayah NTT. Menurutnya, arah dan kecepatan angin saat ini cukup berperan dalam pembentukan gelombang laut yang relatif tinggi.

Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya ke arah barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8 hingga 35 knot, sehingga turut berdampak pada tingginya gelombang laut,” ujarnya.

Berdasarkan analisis tersebut, BMKG pun mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berlaku mulai Kamis (15/1) hingga Minggu (18/1). Peringatan ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat dan pelaku aktivitas maritim untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan kegiatan di laut.

Wilayah Perairan yang Perlu Diwaspadai

BMKG merinci sejumlah wilayah perairan di NTT yang berpotensi mengalami gelombang tinggi selama periode tersebut. Wilayah-wilayah itu meliputi Selat Sape bagian utara dan selatan, perairan utara Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor–Pantar, Selat Sumba bagian barat dan timur, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote, serta Selat Pukuafu.

Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, BMKG menilai potensi dampak gelombang tinggi ini tidak bisa dianggap sepele, terutama bagi nelayan tradisional dan operator kapal kecil yang sangat bergantung pada kondisi cuaca laut.

Faktor Meteorologis Pendukung

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia serta keberadaan pusat tekanan rendah di selatan NTB dan di utara Australia. Fenomena ini memicu terbentuknya daerah belokan, perlambatan, hingga pertemuan angin di wilayah NTT, yang pada akhirnya memperkuat dinamika atmosfer dan laut.

Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Kelvin serta gelombang atmosfer low turut meningkatkan potensi terjadinya hujan di berbagai wilayah NTT. Kombinasi antara hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi dinilai dapat memperburuk kondisi pelayaran jika tidak diantisipasi dengan baik.

Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Jasa Laut

Sebagai langkah pencegahan, BMKG mengimbau para pengguna perahu nelayan agar lebih berhati-hati, terutama ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang laut setinggi 1,25 meter. Kondisi tersebut sudah cukup berisiko bagi perahu berukuran kecil.

Sementara itu, bagi operator kapal tongkang, BMKG meminta agar meningkatkan kewaspadaan saat kecepatan angin mencapai 16 knot disertai gelombang setinggi 1,5 meter. Kesiapan awak kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta pemantauan informasi cuaca terkini menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut.

BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca dan peringatan dini akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer dan laut. Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi resmi BMKG agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan aman selama beraktivitas di laut. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.