Harmoni Gerak dan Edukasi: Kolaborasi Seni Tari Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng dan Siswa SMK St. Mathilda dalam Program PKM

by -93 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM –  Komitmen terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi kembali diwujudkan secara nyata oleh mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng, khususnya dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), para mahasiswa melaksanakan Pelatihan Seni Tari yang melibatkan siswa-siswi SMK St. Mathilda Ruteng sebagai mitra utama.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 11 hingga 15 November 2025, dan mencapai puncaknya melalui sebuah penampilan kolaboratif antara mahasiswa dan siswa pada Sabtu, 15 November 2025, yang digelar di lapangan utama SMK St. Mathilda Ruteng. Program tersebut tidak sekadar menjadi ruang praktik seni, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran bersama yang sarat nilai edukatif, kultural, dan karakter.

Sejak awal, PKM ini dirancang dengan tujuan yang lebih luas daripada sekadar pengenalan teknik dasar seni tari. Melalui pendekatan pembelajaran yang langsung, komunikatif, dan partisipatif, kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan siswa. Dalam proses ini, mahasiswa tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan pedagogi dan koreografi mereka melalui interaksi nyata di lapangan. Sebaliknya, para siswa memperoleh pengalaman baru dalam mengolah tubuh, rasa, dan ekspresi melalui seni gerak yang terarah dan bermakna.


Pelatihan Intensif Lima Hari: Sinergi dan Kombinasi Gerak

Rangkaian pelatihan dimulai pada Selasa, 11 November 2025, dengan sesi pengenalan konsep dasar seni tari. Pada tahap awal ini, peserta diperkenalkan pada unsur-unsur fundamental seperti gerak, ritme, ketukan, serta keseimbangan postur tubuh. Tahap ini menjadi fondasi penting agar siswa memahami bahwa tari tidak hanya soal gerakan indah, tetapi juga tentang kesadaran tubuh dan ketepatan rasa.

Memasuki hari kedua dan ketiga, mahasiswa mulai memperkenalkan beragam gerak tari kreasi serta tari daerah khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Gerakan-gerakan tersebut kemudian dipadukan dan dikombinasikan dengan unsur modern yang lebih dinamis, sehingga selaras dengan karakter dan semangat remaja masa kini. Proses ini berlangsung secara dialogis, di mana mahasiswa dan siswa saling bertukar gagasan.

Kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada tataran instruksi satu arah. Mahasiswa berperan sebagai pembimbing teknis, sementara siswa didorong untuk aktif menyumbangkan ide, improvisasi, dan interpretasi gerak. Setiap kelompok peserta berlatih menyusun berbagai motif gerak menjadi rangkaian koreografi yang utuh, mencerminkan kerja sama yang erat dan rasa saling menghargai dalam proses kreatif.

Pada hari keempat, fokus pelatihan diarahkan pada praktik koreografi secara penuh dalam kelompok. Tahap ini menekankan pentingnya kekompakan, keteraturan ritme, dan ekspresi, sekaligus menanamkan nilai disiplin dan kerja tim. Mahasiswa juga memberikan pembinaan terkait etika penampilan, keberanian tampil di depan publik, serta cara menjaga harmoni gerakan antarpenari agar tercipta sajian yang padu dan estetis.

Sementara itu, hari kelima, Jumat, 14 November 2025, dimanfaatkan sebagai sesi gladi bersih. Seluruh peserta dilatih untuk menampilkan koreografi tanpa jeda, memastikan setiap perpindahan posisi, kombinasi gerak, serta keserasian antarpenari dapat berjalan dengan baik. Suasana latihan tampak penuh energi dan antusiasme, mencerminkan kesiapan siswa menyongsong hari puncak kegiatan.


Penampilan Puncak pada 15 November 2025:

Hasil Kolaborasi yang Mengagumkan

Puncak kegiatan PKM berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025. Acara dimulai tepat pukul 08.00 WITA, diawali dengan sambutan dari Ketua Tim PKM UNIKA St. Paulus Ruteng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seni tari memiliki fungsi edukatif yang kuat, tidak hanya sebagai media ekspresi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penumbuhan rasa cinta terhadap budaya.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Florentina Yunita, turut menyampaikan harapannya. “Kami berharap pembinaan intensif selama lima hari ini dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi para siswa. Tidak hanya memperkaya kemampuan mereka dalam menari, tetapi juga membangun keberanian, kerja sama, dan kebanggaan terhadap seni budaya lokal,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari pihak SMK St. Mathilda Ruteng. Guru pembimbing menilai bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan siswa telah menciptakan atmosfer pembelajaran yang produktif dan inspiratif. Ibu Magdalena Apen, S.Pd, menyampaikan, “Kegiatan ini telah memberikan dampak besar bagi siswa kami. Dengan bimbingan mahasiswa UNIKA, tercipta suasana pelatihan yang terarah, kreatif, dan penuh kerja sama. Kami berharap kemitraan seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang,” ujarnya.


Penampilan Tari: Perpaduan Budaya dan Kreativitas Generasi Muda

Penampilan seni tari pada hari tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi yang terbangun selama pelatihan. Sajian tari kreasi yang ditampilkan memadukan unsur tarian daerah Nusa Tenggara Timur dengan sentuhan elemen modern yang enerjik. Para siswa tampil dengan penuh percaya diri, menunjukkan ritme yang kompak, gerakan yang selaras, serta ekspresi yang hidup.

Tepuk tangan hangat dari para hadirin mengiringi setiap rangkaian gerak, menandai apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh peserta. Lebih dari sekadar pertunjukan, penampilan ini merefleksikan proses pembelajaran yang kaya akan nilai-nilai kerja sama tim, ketekunan, dan tanggung jawab. Kolaborasi dalam menyusun kombinasi gerak, memperbaiki ritme, dan menyamakan pola langkah menjadi bukti keberhasilan pembelajaran kolektif yang dijalani bersama.


Kemitraan Pendidikan yang Berkelanjutan

Kegiatan PKM Seni Tari ini menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan bakat, karakter, dan wawasan peserta didik. UNIKA St. Paulus Ruteng kembali meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang edukatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui seni tari, pembelajaran tidak hanya berlangsung secara menyenangkan, tetapi juga bermakna. Siswa tidak hanya mempelajari teknik menari, melainkan juga mengasah kemampuan berkolaborasi, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari identitas mereka.

Florentina Yunita

Mahasiswa PKM UNIKA St. Paulus Ruteng

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.