Menuju IKN 2028, Jalan Penghubung KIPP Hampir Rampung

by -12 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Pembangunan infrastruktur dasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memasuki fase penentuan. Setelah melalui rangkaian pekerjaan panjang dan terukur, proyek jalan strategis yang menjadi tulang punggung mobilitas kawasan inti dilaporkan hampir sepenuhnya rampung. Tahap ini menandai satu langkah krusial menuju kesiapan IKN sebagai pusat pemerintahan Indonesia pada 2028.

Otorita IKN menyampaikan bahwa pembangunan Jalan 1B dan 1C—dua koridor utama yang menghubungkan berbagai fungsi kawasan—telah mencapai rata-rata progres fisik sebesar 99 persen. Capaian ini mencerminkan konsistensi pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga pada kesiapan sistem transportasi terpadu di jantung ibu kota baru.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa keberadaan jalan tersebut memiliki makna strategis yang jauh melampaui fungsi konvensional sebagai jalur kendaraan. Jalan 1B dan 1C dirancang sebagai fondasi sistem transportasi masa depan yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Jalan ini mengintegrasikan fungsi kawasan pemerintahan dengan area publik untuk mendukung aktivitas harian penghuni IKN,” jelas Basuki, Rabu (7/1/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa konektivitas menjadi kunci dalam membangun kota baru yang hidup, produktif, dan inklusif.

Tujuh Paket Strategis Penopang Mobilitas KIPP

Secara teknis, pembangunan Jalan 1B dan 1C dibagi ke dalam tujuh paket strategis yang saling terhubung dan dirancang untuk menjangkau fasilitas-fasilitas vital di KIPP. Setiap paket memiliki fungsi spesifik yang saling melengkapi, memastikan aksesibilitas antar kawasan berjalan optimal.

Paket A telah mencapai progres 99 persen. Paket ini menghubungkan Rumah Susun ASN 1 hingga area Lapangan PSSI dengan panjang sekitar 1,3 kilometer, menjadi jalur penting bagi mobilitas aparatur sipil negara dari hunian menuju area aktivitas publik.

Paket B telah rampung 100 persen dan melintasi kawasan strategis, termasuk Sekolah Al-Azhar, dengan panjang jalan sekitar 1,9 kilometer. Keberadaan jalur ini memperkuat konektivitas kawasan pendidikan dengan pusat aktivitas lainnya di KIPP.

Paket C, yang juga mencapai 100 persen, berfungsi sebagai akses utama menuju kawasan pendidikan Sekolah Taruna Nusantara sepanjang 1,8 kilometer. Jalur ini dirancang untuk mendukung aktivitas pendidikan berskala nasional yang akan menjadi bagian penting dari ekosistem IKN.

Paket D selesai 100 persen dan menopang area investasi, khususnya kawasan pergudangan Sunhub, dengan panjang 2,2 kilometer. Paket ini menjadi penghubung penting bagi aktivitas logistik dan ekonomi yang diharapkan tumbuh seiring berkembangnya ibu kota baru.

Paket E mencatat progres 99 persen sebagai jalan lingkar yang menghubungkan Lapangan PSSI dengan RS Mayapada sepanjang 2,2 kilometer. Jalur ini memiliki peran vital dalam menjamin akses layanan kesehatan yang cepat dan efisien.

Paket F telah rampung 100 persen sebagai konektor Tol Seksi 6C, RS Abdi Waluyo, hingga exit Tol Pulau Balang dengan panjang 2,5 kilometer. Paket ini memperkuat keterhubungan IKN dengan jaringan jalan regional dan nasional.

Sementara itu, Paket G juga selesai 100 persen, menyediakan akses tambahan menuju sisi lain Sekolah Taruna Nusantara sepanjang 1 kilometer, sekaligus memperkuat sistem sirkulasi internal kawasan pendidikan tersebut.

Komitmen Pemerintah Menuju Target 2028

Di tengah progres pembangunan fisik yang kian mendekati garis akhir, dukungan politik dan kebijakan pemerintah pusat tetap menjadi faktor penentu. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa proyek Nusantara akan terus menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen ini disampaikan Gibran saat meninjau langsung proyek-proyek strategis di IKN pada akhir Desember 2025 lalu.

Sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025, pemerintah menargetkan IKN siap sepenuhnya berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028. Target tersebut mencakup pemindahan aparatur sipil negara secara konsisten dan bertahap, seiring dengan kesiapan infrastruktur pendukung.

“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai target Perpres. IKN harus menjadi magnet bagi talenta muda terbaik Indonesia serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga lokal,” tutur Gibran Rakabuming Raka dalam keterangan resminya.

Dengan hampir rampungnya jaringan jalan penghubung sekolah, rumah sakit, kawasan hunian ASN, dan pusat aktivitas ekonomi, IKN kini semakin mendekati wujudnya sebagai kota pemerintahan modern. Infrastruktur yang terbangun bukan hanya mempersiapkan perpindahan pusat kekuasaan negara, tetapi juga menjadi fondasi kehidupan perkotaan baru yang berorientasi pada masa depan. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.