Jakarta, TERBITINDO.COM – Upaya pemulihan masyarakat Aceh Timur dari bencana banjir sebelumnya kembali diuji. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mengonfirmasi bahwa banjir susulan kembali merendam lima kecamatan di wilayah tersebut setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu sejak pertengahan pekan ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, di Aceh Timur, Kamis, menjelaskan bahwa hujan lebat yang turun sejak Rabu (7/1) malam menjadi pemicu utama terjadinya banjir susulan. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan hingga akhirnya meluap ke permukiman dan fasilitas umum di sekitarnya.
“Curah hujan cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa di beberapa lokasi,” kata Afifullah.
Luapan air sungai tersebut menggenangi lima kecamatan, yakni Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat yang sempat berangsur normal kembali lumpuh. Warga harus menghadapi kenyataan pahit ketika banjir kembali datang di saat mereka masih berada dalam proses pemulihan dari bencana sebelumnya.
Afifullah menyebutkan bahwa sejumlah ruas jalan desa dilaporkan tergenang air, sehingga menyulitkan mobilitas warga. Akses menuju tempat kerja, sekolah, dan pusat aktivitas ekonomi terhambat, memaksa sebagian warga menunda kegiatan sehari-hari mereka.
“Genangan banjir, tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa, serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Afifullah menjelaskan bahwa banjir susulan ini terjadi ketika sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Saat itu, banyak warga yang baru saja selesai membersihkan rumah dan lingkungan sekitar dari sisa-sisa lumpur dan genangan air.
“Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah,” kata Afifullah.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memantau situasi terkini, mendata dampak banjir susulan, serta memastikan keselamatan warga di lima kecamatan yang terdampak.
Selain itu, tim gabungan BPBD dan instansi terkait lainnya juga disiagakan untuk melakukan evakuasi apabila kondisi semakin memburuk. Kesiapsiagaan ini penting mengingat potensi peningkatan ketinggian air yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
“Kami terus memantau di wilayah terdampak banjir susulan. Jika air terus naik, evakuasi segera dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil,” katanya.
Di akhir keterangannya, Afifullah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan di sepanjang bantaran sungai, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca serta segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas BPBD jika terjadi peningkatan ketinggian air secara signifikan.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan aktivitas di area yang tergenang dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Afifullah. (JT)

