Jakarta, TERBITINDO.COM – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional hingga ke wilayah timur Indonesia. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dari pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Keseriusan pemerintah daerah terhadap proyek strategis ini ditunjukkan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia telah meninjau secara langsung lokasi pembangunan Sekolah Garuda di TTS untuk memastikan kesiapan dan progres pembangunan sekolah unggulan tersebut. Dalam keterangannya kepada wartawan, Gubernur menyampaikan optimisme bahwa proses pembangunan akan berjalan sesuai rencana.
“Kemarin, kami tinjau pembangunan Sekolah Garuda dan kami mungkin dalam waktu dekat segera akan diproses. Harapannya semoga di tahun ajaran baru sudah bisa menerima siswa,” kata Laka Lena di kantor Gubernur NTT, Selasa (6/1/2026).
Pernyataan ini menegaskan target waktu yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi harapan besar bagi masyarakat NTT, khususnya di TTS, yang menantikan kehadiran sekolah menengah atas berstandar nasional bahkan internasional di wilayah mereka. Sekolah ini diharapkan menjadi pusat pembinaan siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah.
Ketika ditanya mengenai besaran anggaran pembangunan, Laka Lena mengakui dirinya tidak mengetahui secara rinci nilai anggaran tersebut. Namun ia memastikan bahwa pembiayaan pembangunan SMA Unggul Garuda sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat.
“Untuk anggaran pembangunannya saya kurang tahu. Pastinya itu dari pemerintah pusat,” sambung Laka Lena saat ditanya mengenai anggaran.
Sebagai politisi Partai Golkar, Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Garuda di NTT. Ia menyebut program ini sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang sangat strategis bagi masa depan pendidikan Indonesia.
“Untuk dukungan bupati, masyarakat aman. Ini merupakan program andalan Presiden Pak Prabowo Subianto. Kami berterima kasih, karena sekolah unggulan tingkat SMA ini dibangun di NTT, khususnya di wilayah timur,” terang mantan anggota DPR RI itu.
Lebih jauh, Gubernur menjelaskan bahwa SMA Unggul Garuda memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia, termasuk putra-putri daerah NTT dan TTS. Para siswa nantinya tidak hanya dididik secara akademik, tetapi juga dipersiapkan secara matang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sekolah ini sangat penting karena akan menampung siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia, termasuk dari NTT dan TTS. Nantinya, mereka akan dibina dan disiapkan untuk masuk ke berbagai kampus terbaik di dunia,” sambung Laka Lena.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Garuda merupakan langkah strategis untuk membuka akses dan peluang yang lebih luas bagi generasi muda NTT agar mampu mencapai potensi terbaik mereka. Dengan sistem pendidikan yang unggul dan terintegrasi, anak-anak NTT diharapkan dapat bersaing di tingkat global.
Terkait mekanisme penerimaan peserta didik, Laka Lena menyampaikan bahwa hal tersebut masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Pendidikan dan pihak pemerintah pusat. Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar hingga pengumuman resmi disampaikan.
“Kami berharap juga agar masyarakat bersabar menunggu keputusan resmi tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti), Fauzan, juga telah menegaskan bahwa SMA Unggul Garuda merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia unggul.
SMA Unggul Garuda akan dibangun di atas lahan seluas 200 hektare yang berlokasi di Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS. Gedung sekolah dirancang dua lantai dengan luas bangunan mencapai 20.000 meter persegi dan memiliki kapasitas hingga 480 siswa.
Diketahui, Sekolah Garuda berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Sekolah ini dirancang sebagai jembatan strategis bagi siswa-siswa berprestasi dari seluruh Indonesia agar memiliki kesempatan melanjutkan studi ke universitas-universitas terbaik dunia.
Program Sekolah Garuda sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025 sebagai bagian dari visi besar pembangunan manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat, termasuk dari wilayah timur Nusantara.(JT)





