Tragedi di Perairan Komodo: Satu Jenazah Kembali Ditemukan, Diduga Anak Pelatih Valencia CF

by -10 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Proses pencarian korban tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menghadirkan kabar duka. Satu jenazah kembali ditemukan oleh tim SAR gabungan, yang diduga kuat merupakan anak dari pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando. Penemuan ini menambah panjang deretan tragedi yang menyelimuti musibah laut tersebut.

Jenazah ditemukan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik awal kapal tenggelam, yakni pada jarak 7,48 nautical mile atau sekitar 14 kilometer. Temuan ini sekaligus menunjukkan luasnya area pencarian yang harus dijangkau oleh tim SAR dalam upaya menemukan seluruh korban.

Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa jarak penemuan tersebut menjadi salah satu indikator kuat bagaimana arus laut membawa kapal dan korban menjauh dari lokasi kejadian awal.
“Jarak sekitar 7,48 nautical mile dari lokasi kejadian awal,” kata Fathur Rahman saat memberikan keterangan di Posko Operasi SAR, Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selasa sore.

Lebih lanjut, Fathur mengungkapkan bahwa jenazah tersebut ditemukan bersama badan kapal Putri Sakinah yang terdampar di perairan Pantai Pede, Pulau Komodo, kawasan Taman Nasional Komodo. Keberadaan jenazah dan kapal ini pertama kali diketahui oleh nelayan setempat yang tengah memancing di sekitar lokasi, sebelum akhirnya melaporkan temuan tersebut kepada petugas.

“Informasi penemuan tersebut disampaikan oleh nelayan yang menemukan satu korban bersama bodi kapal,” ujar Fathur.

Setelah laporan diterima, tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke Labuan Bajo guna menjalani proses penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, jenazah tersebut dibawa ke RSUD Komodo untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim forensik Polri, guna memastikan identitas korban secara resmi.

Di tengah proses identifikasi ini, harapan dan kecemasan masih menyelimuti upaya pencarian korban lainnya. Hingga saat ini, masih terdapat dua putra Fernando yang belum ditemukan, masing-masing berusia 9 dan 10 tahun. Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian dengan menyisir perairan sekitar Taman Nasional Komodo, meski tantangan cuaca dan kondisi laut kerap berubah.

Sebagai informasi, kapal pinisi Putri Sakinah yang ditumpangi Fernando bersama keluarganya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada Jumat (26/12/2025). Peristiwa tersebut sejak awal mengundang perhatian luas, baik dari dalam negeri maupun internasional, mengingat latar belakang korban dan lokasi kejadian yang berada di kawasan wisata dunia. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.