Jakarta, TERBITINDO.COM – Manchester United kembali memasuki babak krusial dalam perjalanan mereka membangun ulang kejayaan. Keputusan memecat Ruben Amorim menjadi sinyal kuat bahwa klub tidak lagi ingin berlama-lama dalam ketidakpastian. Pemecatan tersebut terjadi secara mendadak, tak lama setelah laga panas kontra Leeds United yang berakhir imbang 1-1.
Menariknya, hasil pertandingan bukanlah faktor penentu utama. Sumber internal menyebutkan bahwa pernyataan Amorim di ruang publik justru menjadi pemantik utama. Ucapan-ucapan itu dianggap memperjelas adanya keretakan serius antara sang pelatih dan manajemen Old Trafford, sebuah kondisi yang dinilai sudah sulit diperbaiki.
Dalam situasi genting tersebut, Manchester United bergerak cepat. Darren Fletcher ditunjuk sebagai manajer sementara untuk menjaga stabilitas tim di sisa waktu musim ini. Di balik layar, manajemen mulai memetakan opsi jangka panjang yang dinilai mampu sejalan dengan struktur baru klub, terutama di bawah arahan direktur olahraga Jason Wilcox.
Mirror Football kemudian merangkum lima nama yang dianggap paling realistis dan masuk akal untuk mengisi kursi panas Old Trafford. Kelima sosok ini dinilai memiliki pendekatan, pengalaman, dan karakter yang sesuai dengan arah baru Manchester United.
Paragraf berikut mengulas satu per satu kandidat tersebut.
Gareth Southgate
Nama Gareth Southgate hampir selalu muncul setiap kali Manchester United berada dalam pusaran spekulasi besar. Pelatih tim nasional Inggris berusia 54 tahun itu dikenal sebagai figur yang sangat dihormati, termasuk oleh pemilik klub Sir Jim Ratcliffe yang disebut-sebut mengagumi pendekatan kepemimpinannya.
Jason Wilcox pun memiliki pandangan serupa. Keduanya diyakini berbagi visi yang sama mengenai pembangunan tim jangka panjang, stabilitas struktur, dan pengembangan pemain muda. Namun, tantangan Southgate tidak kecil. Ia belum menangani klub sejak 2009, sehingga ritme harian Premier League dan tekanan khas klub besar seperti MU akan menjadi ujian tersendiri.
Enzo Maresca
Enzo Maresca muncul sebagai kandidat menarik karena statusnya yang baru saja tersedia. Ia dilepas Chelsea menyusul konflik internal yang berkaitan dengan batas kewenangan teknis dan peran dalam pengambilan keputusan.
Meski memiliki latar belakang Manchester City, Maresca dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan struktural modern. Ia terbiasa bekerja di bawah sistem direktur olahraga, sebuah model yang kini juga diadopsi Manchester United. Namun, kesamaan situasi dengan Ruben Amorim membuat MU harus ekstra hati-hati. Jika negosiasi terjadi, kejelasan detail peran dan batas otoritas akan menjadi faktor krusial.
Andoni Iraola
Nama Andoni Iraola mungkin tidak terlalu mencolok di media arus utama, namun reputasinya terus menanjak berkat kerja konsisten bersama Bournemouth. Di tengah skuad yang kerap berubah, Iraola mampu menjaga tim tetap kompetitif dan sulit dikalahkan.
Kontraknya yang hanya berlaku hingga musim panas membuka peluang besar bagi klub-klub papan atas untuk bergerak tanpa harus mengeluarkan biaya kompensasi besar. Pengalaman langsung di Premier League menjadi nilai tambah yang signifikan. Banyak pihak menilai Iraola sudah cukup matang untuk menangani tekanan besar di klub sekelas Manchester United.
Oliver Glasner
Oliver Glasner datang dengan modal prestasi konkret. Ia sukses membawa Crystal Palace meraih trofi pertama sepanjang sejarah klub, sebuah pencapaian yang langsung mengangkat reputasinya di Inggris.
Namun, di balik keberhasilan itu, hubungannya dengan manajemen Palace dikabarkan memburuk akibat perbedaan pandangan terkait kebijakan transfer. Situasi tersebut membuat masa depannya kembali dipertanyakan. Bagi MU, Glasner menawarkan stabilitas, pengalaman Eropa, dan pendekatan yang terukur—opsi aman jika klub menginginkan perubahan bertahap, bukan revolusi instan.
Michael Carrick
Michael Carrick adalah nama yang paling familiar bagi publik Old Trafford. Ia memahami kultur Manchester United dari dalam, baik sebagai mantan pemain maupun pelatih. Pengalamannya sebagai caretaker di masa lalu memperlihatkan gaya kepemimpinan yang tenang dan komunikatif.
Carrick juga memiliki kredibilitas di ruang ganti, sebuah faktor penting di tengah transisi besar. Ketersediaannya menjadikannya opsi yang praktis. Jika Manchester United membutuhkan solusi cepat dengan risiko minimal, Carrick bisa menjadi pilihan paling pragmatis untuk menjaga kontinuitas.
Dengan lima nama tersebut, Manchester United kini berada di persimpangan jalan. Keputusan berikutnya tidak hanya akan menentukan arah musim depan, tetapi juga masa depan klub dalam beberapa tahun ke depan. (JT)





