Pencarian Hari ke-11 Dua Anak Pelatih Valencia CF

by -11 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Harapan untuk menemukan dua anak pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carrerasz, kembali menguat seiring dilanjutkannya operasi pencarian pada hari ke-11, Senin (5/1/2026). Setelah sepuluh hari upaya tanpa henti di tengah tantangan medan laut dan cuaca, Tim SAR gabungan kembali turun dengan kekuatan penuh, memperluas area penyisiran di perairan Labuan Bajo dan pulau-pulau sekitarnya.

Pada pencarian hari kesebelas ini, skala operasi semakin diperbesar. Sebanyak 153 personel dari berbagai unsur dikerahkan, didukung oleh 17 kapal dan lima unit sonar, termasuk sonar multibeam berteknologi tinggi. Langkah ini menunjukkan keseriusan dan komitmen seluruh pihak untuk mengungkap keberadaan kedua korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Personel gabungan tersebut berasal dari berbagai instansi dan komunitas, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, P3KOM, Grahawisri, BPBD Manggarai Barat, hingga komunitas diving Labuan Bajo serta unsur gabungan lainnya. Sinergi lintas lembaga ini menjadi kunci utama dalam pelaksanaan operasi SAR yang kompleks di wilayah perairan Taman Nasional Komodo.

“Pencarian hari ini dikerahkan 153 personel unsur gabungan serta mengerahkan 17 alat utama untuk menyisir pulau-pulau di Labuan Bajo,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, Senin. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus pencarian tidak hanya di satu titik, melainkan mencakup area pulau dan perairan yang lebih luas.

Untuk mendukung upaya tersebut, teknologi pencarian bawah air turut dimaksimalkan. Lima sonar yang dikerahkan terdiri dari tiga sonar milik Polda NTT, serta dua sonar multibeam masing-masing dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Distrik Navigasi Kupang. Perangkat ini berfungsi untuk mendeteksi objek di dasar laut yang sulit dijangkau penyelam, terutama pada kedalaman dan kondisi visibilitas terbatas.

“Tim SAR gabungan dari Ditpolair Polda NTT juga menurunkan ROV dan sonar, pengerahan multibeam sonar dari ITB Bandung dan multibeam sonar dari Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan kapal KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian,” jelas Fathur. Penggunaan ROV dan sonar multibeam diharapkan dapat memberikan gambaran detail kondisi bawah laut, termasuk kemungkinan lokasi kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam.

Sebelumnya, Basarnas telah memutuskan untuk kembali memperpanjang masa pencarian selama tiga hari, terhitung mulai hari ini hingga 7 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah jenazah Fernando Martin Carrerasz ditemukan pada hari terakhir pencarian sebelumnya, sehingga perhatian penuh kini difokuskan pada pencarian kedua anaknya.

Perpanjangan operasi SAR ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Pada tahap awal, Basarnas juga sempat memperpanjang pencarian selama tiga hari setelah tujuh hari operasi, yakni pada 2–4 Januari 2026. Langkah berulang ini mencerminkan pertimbangan kemanusiaan dan harapan keluarga agar seluruh korban dapat ditemukan.

Operasi SAR sendiri bermula dari tragedi tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah yang ditumpangi para korban di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada malam 26 Desember 2025. Sejak saat itu, perairan Komodo menjadi saksi kerja keras ratusan personel SAR yang berjuang melawan waktu, arus laut, dan cuaca demi menuntaskan misi kemanusiaan ini. (JT)