Sekolah Kembali Menyala di Tengah Duka: Aktivitas Belajar Anak-anak di Wilayah Bencana Sumatra Utara Dimulai 5 Januari 2026

by -10 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana banjir dan tanah longsor, harapan baru mulai tumbuh di dunia pendidikan Sumatra Utara. Pemerintah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana akan kembali dilaksanakan mulai Senin, 5 Januari 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bentuk komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan anak-anak, bahkan di tengah kondisi darurat.

Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat 1.215 sekolah di Sumatra Utara yang terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 1.157 sekolah atau sekitar 95,23 persen telah dinyatakan siap untuk kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal. Hal ini menunjukkan kerja cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak dalam memulihkan sektor pendidikan pascabencana.

“Terkait dengan musibah yang terjadi di Sumatra Utara, jumlah sekolah terdampak ada 1.215. Yang siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari nanti 1.157 atau 95,23 persen,” kata Abdul Mu’ti dikutip dari siaran pers, Minggu (4/1/2026).

Meski demikian, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa tidak seluruh sekolah dapat langsung beroperasi dalam kondisi normal. Sebagian di antaranya masih membutuhkan waktu untuk melakukan pembersihan serta persiapan pembelajaran darurat akibat dampak banjir dan tanah longsor yang cukup parah. Pemerintah pun mengambil langkah-langkah alternatif agar proses belajar tetap berjalan.

Ia merinci bahwa 19 sekolah di Sumatra Utara akan menyelenggarakan pembelajaran dengan memanfaatkan tenda darurat, sementara 29 sekolah lainnya masih berada dalam tahap pembersihan pascabanjir. Kendati demikian, optimisme tetap dikedepankan agar seluruh sekolah dapat segera kembali digunakan sebagaimana mestinya.

“Yang belajar menggunakan tenda ada 19 sekolah atau 1,6 persen. Dan masih dalam proses pembersihan 29 sekolah atau 2,4 persen. Insya Allah pada 5 (Januari) besok sekolah-sekolah tersebut sudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan kebijakan khusus bagi satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih. Pembelajaran dan asesmen di sekolah-sekolah terdampak bencana akan dilaksanakan dengan kurikulum khusus yang dirancang secara adaptif, menyesuaikan kondisi lapangan tanpa menghilangkan esensi pembelajaran.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendekatan ini bersifat fleksibel, dengan tujuan utama menjaga semangat belajar para siswa agar tidak padam meskipun berada dalam situasi sulit. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tetapi juga tentang membangun harapan dan masa depan anak-anak bangsa.

“Yang penting adalah semangat kita untuk bangkit, semangat kita untuk dapat belajar, dan bersemangat meraih masa depan,” ujar dia.

Apresiasi dari Mendikdasmen

Di tengah proses pemulihan ini, Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempercepat pemulihan pendidikan di Sumatra Utara. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kemendikdasmen, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para wali kota dan bupati, penyelenggara satuan pendidikan, serta para kepala sekolah di semua jenjang yang telah bekerja tanpa kenal lelah.

Dukungan dan sinergi lintas sektor tersebut dinilai sangat krusial dalam menyukseskan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya yang berkaitan dengan revitalisasi satuan pendidikan dan sekolah. Melalui berbagai program pemulihan dan penguatan pendidikan, pemerintah berharap para murid di wilayah terdampak bencana tetap memperoleh hak belajar yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari 2026, sekolah-sekolah di Sumatra Utara diharapkan kembali menjadi ruang tumbuhnya pengetahuan, harapan, dan masa depan, meski berdiri di atas puing-puing bencana yang baru saja dilalui. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.