Leonardo DiCaprio dan Kegelisahan atas Masa Depan Bioskop: Di Tengah Transisi Besar Perfilman Dunia

by -8 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Aktor peraih Piala Oscar Leonardo DiCaprio menyuarakan kegelisahan mendalam terhadap masa depan bioskop dan industri perfilman, seiring perubahan besar yang terus berlangsung di studio-studio film global. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan dominasi layanan streaming, DiCaprio mempertanyakan arah dan nasib pengalaman sinematik yang selama ini menjadi ruh utama dunia perfilman.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan DiCaprio dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laman Deadline, Sabtu (3/1). Dalam perbincangan itu, aktor yang telah membintangi berbagai film ikonik tersebut menyoroti perubahan cepat yang terjadi dalam cara film diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh penonton. Ia menilai, industri film saat ini sedang berada pada fase transisi besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Perubahannya sangat cepat. Kita sedang menyaksikan transisi besar,” ujar DiCaprio saat diwawancarai The Times. Pernyataan ini mencerminkan kegundahan seorang aktor yang telah puluhan tahun menyaksikan dinamika dunia film dari dekat, baik sebagai pelaku maupun pengamat.

Lebih lanjut, DiCaprio menguraikan perubahan tersebut secara konkret. Ia menyinggung bagaimana film dokumenter perlahan menghilang dari layar bioskop, disusul film-film drama yang kini hanya diputar dalam durasi terbatas. Menurutnya, kebiasaan penonton pun ikut bergeser, dengan banyak orang memilih menunggu film-film tersebut hadir di layanan streaming ketimbang menontonnya langsung di bioskop.

“Pertama, film dokumenter menghilang dari bioskop. Sekarang, film drama hanya diputar dalam waktu terbatas dan orang-orang menunggu untuk menontonnya di layanan streaming. Saya tidak tahu. Apakah orang-orang masih memiliki selera? Atau akankah bioskop menjadi tempat terisolasi — seperti bar jazz?,” tambahnya, menggambarkan kekhawatiran akan kemungkinan bioskop menjadi ruang eksklusif yang hanya dikunjungi segelintir orang.

Kegelisahan DiCaprio ini bukanlah hal baru. Sebulan sebelumnya, ia juga menyampaikan pandangan serupa kepada Deadline. Dalam pernyataannya kala itu, ia menegaskan bahwa mempertahankan film agar tetap tayang di bioskop akan menjadi perjuangan yang semakin berat ke depan.

“Tahun ini tampaknya menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah perfilman,” kata DiCaprio. Ia menilai bahwa industri film kini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan masa-masa sebelumnya, terutama dalam menjaga relevansi pengalaman menonton di bioskop. “Kita menghadapi tantangan yang lebih besar dari sebelumnya, menurut saya, untuk masa depan pengalaman sinematik. Mengajak orang untuk datang ke bioskop tampaknya semakin menjadi tantangan,” lanjutnya.

Meski demikian, DiCaprio tidak sepenuhnya pesimistis. Ia masih menyimpan harapan bahwa di masa mendatang akan muncul sosok-sosok visioner yang mampu menghadirkan karya-karya unik dan bermakna, yang layak dan pantas untuk disaksikan di layar lebar. Baginya, bioskop seharusnya tetap menjadi ruang khusus untuk pengalaman sinematik yang tidak tergantikan oleh layar kecil.

Menariknya, komentar-komentar tersebut muncul di tengah keberhasilan film terbaru yang dibintanginya, “One Battle After Another” karya sutradara Paul Thomas Anderson. Film tersebut tercatat meraup pendapatan lebih dari 205 juta dolar AS di seluruh dunia, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa film berkualitas dengan visi kuat masih mampu menarik minat penonton global.

Keberhasilan ini seolah menjadi penegas bahwa di tengah berbagai tantangan, harapan bagi bioskop dan perfilman belum sepenuhnya padam. Namun, seperti yang disampaikan DiCaprio, masa depan industri ini akan sangat bergantung pada keberanian untuk berinovasi dan kemampuan untuk kembali membangkitkan selera penonton terhadap pengalaman menonton di bioskop. (JT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.