Sepekan Diguyur Hujan, Longsor Lumpuhkan Akses Beamese–Owak di Cibal Timur

by -8 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selama sepekan terakhir kembali memicu bencana alam. Kali ini, longsor terjadi di ruas jalan strategis Beamese–Owak, tepatnya di wilayah Cibal Timur, yang menjadi jalur penting penghubung antar desa.

Peristiwa longsor tersebut terjadi di kawasan Wae Dolor, Desa Langkas, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Hujan deras yang turun tanpa henti menyebabkan struktur tanah di lereng sekitar jalan menjadi labil. Akibatnya, material longsoran berupa tanah bercampur batu berukuran besar runtuh dan menutup badan jalan, sehingga akses transportasi warga terhenti total.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Yoakim Y. Jehati, mengungkapkan bahwa kejadian longsor berlangsung pada malam hari, saat hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut.
“Longsor terjadi tadi malam akibat hujan deras yang mengguyur sejak kemarin,” kata Yoakim kepada VoxNtt.com, Minggu, 4 Januari 2025.

Tertutupnya ruas jalan Beamese–Owak berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Jalur tersebut selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial antar desa. Dengan kondisi jalan yang tidak bisa dilalui, masyarakat terpaksa menunda perjalanan atau mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan berisiko.

Menyikapi kondisi tersebut, Yoakim berharap pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait dapat segera turun tangan. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat dengan menurunkan alat berat ke lokasi guna membersihkan material longsoran yang menutup jalan.
“Agar aktivitas warga yang menghubungkan beberapa desa dijalur bisa kembali pulih,” harapnya.

Tidak hanya fokus pada pembersihan longsor, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Manggarai itu juga meminta dinas terkait melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi badan jalan. Menurutnya, saluran air di sekitar lokasi perlu dibersihkan karena berpotensi tersumbat dan memperparah risiko longsor susulan.

Ia menegaskan bahwa normalisasi drainase merupakan langkah sederhana namun krusial dalam upaya pencegahan bencana di wilayah rawan.
“Hal-hal sederhana seperti membersihkan saluran air sangat membantu dalam mencegah longsor,” ujarnya.

Lebih jauh, Yoakim mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah mitigasi bencana yang selama ini telah dijalankan. Evaluasi tersebut dinilai penting agar penanganan kawasan rawan longsor dapat dilakukan secara lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan.

Legislator dari daerah pemilihan Cibal, Cibal Barat, Reok, dan Reok Barat itu juga menekankan pentingnya koordinasi lintas dinas. Menurutnya, sinergi yang baik antar instansi akan mempercepat proses perbaikan infrastruktur jalan sekaligus meminimalkan dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, Yoakim turut mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi kawasan rawan longsor di musim hujan. Ia berharap, ke depan, perbaikan jalan yang disertai penguatan sistem drainase di titik-titik rawan dapat menekan risiko bencana, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (Jerry Tou)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.