Tangis di Pundak Negara: Duka Istri Pelatih Valencia di Hadapan Gubernur NTT

by -16 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Suasana duka yang mendalam menyelimuti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Selasa (30/12/2025) malam. Di tempat itulah, sebuah momen haru yang sarat emosi terjadi ketika MMar Martinez Ortuno, istri pelatih Tim B sepak bola Wanita Valencia CF asal Spanyol, Martin Carreras Fernando, tak kuasa menahan kesedihannya hingga bersimpuh dan menangis di pundak Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena.

Malam itu, Gubernur Laka Lena datang untuk menemui Mar dan keluarga besar Martin yang tengah diliputi kecemasan dan duka. Pertemuan tersebut turut didampingi Wakil Duta Besar Spanyol, Fernando, yang sejak awal terlihat setia berada di sisi keluarga korban. Kehadiran para pejabat negara itu menjadi simbol empati dan tanggung jawab negara atas tragedi kemanusiaan yang menimpa warga asing di wilayah Indonesia.

Awalnya, pertemuan berlangsung dengan suasana yang relatif tenang. Laka Lena menyalami Mar dan anggota keluarga lainnya satu per satu. Mar tampak berusaha tegar, menyembunyikan luka batin yang mendalam. Ia berbicara dalam bahasa Spanyol, sementara Laka Lena menyampaikan kata-katanya dalam bahasa Indonesia. Seorang penerjemah menjembatani komunikasi di antara mereka, membuat percakapan tetap mengalir meski diliputi suasana duka.

Namun, ketegaran itu tak bertahan lama. Di tengah percakapan, emosi Mar seakan runtuh. Air mata yang sejak awal tertahan akhirnya tumpah. Dengan langkah lemah, ia tiba-tiba bersimpuh di kaki Gubernur Laka Lena yang berdiri di hadapannya. Tangisnya pecah, menggema di ruangan yang seketika diliputi keheningan.

Melihat itu, Laka Lena langsung bereaksi. Ia menurunkan badannya, mendekat, lalu memeluk Mar dengan penuh empati. Dalam dekapan itu, tangisan Mar semakin keras, seolah meluapkan seluruh rasa kehilangan, ketakutan, dan harapan yang tersisa. Saat keduanya kembali berdiri, Mar bersandar dan menangis di pundak Laka Lena. Politikus Partai Golkar tersebut menepuk-nepuk pundak Mar, memberi penguatan dan dukungan di tengah duka yang begitu dalam.

Momen tersebut tak hanya mengguncang Mar, tetapi juga keluarga besarnya yang hadir di lokasi. Beberapa dari mereka terlihat ikut menangis. Sejumlah saksi mata yang menyaksikan peristiwa itu pun tampak tak kuasa menyembunyikan kesedihan di wajah mereka. “Sedih lihatnya,” ujar seseorang dengan suara lirih, menggambarkan suasana haru yang menyelimuti ruangan.

Dalam keterangannya, Laka Lena menegaskan bahwa kehadirannya bukan semata sebagai kepala daerah, melainkan sebagai representasi negara. Ia menyampaikan bahwa dirinya mewakili negara dan Presiden Republik Indonesia untuk menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta memastikan proses pencarian korban dilakukan secara maksimal.

“Tadi kami bertemu dengan keluarga korban, ibu dan juga keluarga besar yang dari Spanyol dan yang lain dan juga hadir bersama Wakil Duta Besar Spanyol,” kata Laka Lena.

Ia melanjutkan, “Prinsipnya adalah kami sebagai Gubernur Provinsi NTT, Pak Bupati dan jajaran, kami mewakili negara Republik Indonesia, kami mewakili presiden dan juga seluruh jajaran kami menyampaikan duka cita yang mendalam untuk peristiwa ini dan memastikan bahwa kami hadir bersama dengan tim penyelamat untuk bersama-sama bekerja menemukan korban.”

Tragedi ini bermula dari tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, pada Jumat (26/12/2025) malam. Kapal tersebut membawa Mar sekeluarga dalam sebuah perjalanan wisata yang berujung petaka. Dalam insiden nahas itu, Mar dan anak bungsunya berhasil selamat.

Namun, penderitaan belum berakhir. Suami Mar, Martin Carreras Fernando, serta dua anak mereka hingga kini belum ditemukan. Harapan keluarga semakin terpuruk setelah satu anak perempuan mereka ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Senin pagi. Martin sendiri dikenal sebagai pelatih Tim B sepak bola Wanita Valencia CF di Spanyol, sosok yang dihormati di dunia olahraga.

Kini, di tengah upaya pencarian yang masih terus berlangsung, tangis Mar di pundak Gubernur NTT menjadi simbol nyata duka kemanusiaan yang melampaui batas negara. Sebuah pengingat bahwa di balik berita dan angka korban, ada keluarga, cinta, dan harapan yang hancur oleh tragedi. (Jerry Tou)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.