FORMAS Resmikan Perwakilan di Beijing dan Gelar Pertemuan Bisnis

by -35 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Forum masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) meresmikan perwakilan di Beijing, China, Selasa, 10 Maret 2026. Peresmian ini sebagai upaya FORMAS melebarkan kerja sama ke luar negeri
dan menyatakan komitmen demi kemakmuran bersama Indonesia dan Tiongkok.

Sebelum peresmian, perwakilan kedua negara mengadakan pertemuan bisnis yang membicarakan peluang dan komitmen kerja sama investasi. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan FORMAS Indonesia, perwakilan FORMAS Beijing dan puluhan perusahaan China.

Dalam sambutannya Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, menjelaskan Forum Masyarakat Emas Indonesia (FORMAS) adalah organisasi yang menyatukan para pemimpin komunitas, pengusaha, dan organisasi dari berbagai sektor di seluruh Indonesia.

Ia menyebut FORMAS mempunyai misi membangun jembatan kerja sama antara Indonesia dan mitra internasional, termasuk perusahaan-perusahaan dari Beijing.

Dalam konteks kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok, khususnya dari Beijing, FORMAS memainkan beberapa peran penting.

“Pertama membantu menghubungkan perusahaan dengan mitra lokal di Indonesia, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas bisnis. Kedua, kami memberikan wawasan tentang kondisi pasar Indonesia, lingkungan regulasi, dan budaya bisnis, sehingga perusahaan yang ingin memasuki pasar Indonesia dapat beradaptasi lebih cepat dan efektif. Ketiga, kami mendukung implementasi praktis proyek dengan membantu berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, memastikan kerja sama dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Handojo, penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah pertama yang sangat penting.

“Ke depannya, kami berencana untuk mengambil beberapa tindakan kunci, termasuk mengidentifikasi sektor-sektor yang paling siap untuk berkolaborasi, memfasilitasi pertemuan antara perusahaan-perusahaan Beijing dan mitra strategis di Indonesia, dan mendorong pengembangan proyek percontohan yang dapat berfungsi sebagai model kerja sama yang sukses antara kedua negara kita,” tegasnya.

Ia optimis bahwa Indonesia memiliki potensi dan merupakan pasar besar untuk berinvestasi.

“Kami percaya bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, khususnya di bidang-bidang seperti ekonomi digital, infrastruktur teknologi, dan pengembangan kawasan industri. Melalui kerja sama yang saling menguntungkan, kami berharap dapat melihat lebih banyak perusahaan dari Beijing berinvestasi dan berkembang di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada kemajuan ekonomi kedua negara,” jelasnya.

 

Perwakilan Divisi Bisnis FORMAS, David Sebastian dalam pemaparannya menyambut baik pertemuan ini. Ia menyebut pertemuan ini sebagai langkah positif untuk membuka berbagai peluang investasi sekaligus mengundang para Investor Tiongkok berkolaborasi membangun investasi di Indonesia.

“FORMAS sangat menyambut baik pertemuan ini dan kami mengajak para Investor Tiongkok untuk bersama-sama berinvestasi di Indonesia. Kami mendukung Investor dan tekhnologi dari China untuk membantu membuka banyak lapangan kerja di Indonesia, demi meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar David.

Perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok, Nur Evi Rahmawati, mengapresiasi acara ini sebagai langkah strategis kerja sama kedua negara.

“Pertama-tama atas nama Kedutaan Besar kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang luar biasa ini,” ungkap Evi dalam sambutannya.

Ia mengatakan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Ia menyebut kerja sama kedua negara terus tumbuh positif seperti infrastruktur, lingkungan hijau dan energi, industri hilir dan digital.

Ia mengatakan angka perdagangan dan investasi kedua negara terus mengalami peningkatan dan mencapai rekor baru. “Saya yakin bahwa kita akan mencapai hasil yang lebih baik lagi pada tahun 2026,” ungkapnya.

Ia menyebut ada banyak alasan untuk tetap optimis bahkan di tengah situasi global saat ini, yang diwarnai berbagai tantangan dan dinamika.

“Ekonomi digital merupakan salah satu yang menjanjikan saat ini dan Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara,” ungkapnya.

 

Ia mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh sektor-sektor seperti e-commerce, fintech, kesehatan digital dan layanan digital lainnya seiring dengan adopsi teknologi di kalangan perusahaan, startup dan usaha kecil dan menengah yang terus meningkat.

“Dengan pasar yang berpenduduk 280 juta orang, kelas menengah yang berkembang pesat, dengan generasi muda melek teknologi dan lebih 200 juta pengguna internet. Lingkungan ini diharapkan dapat semakin mendorong ekonomi digital,” ujarnya.

“Jadi Indonesia bukan hanya peluang pasar, tetapi juga peluang strategis dan mitra jangka panjang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan dapat menjadi pusat kolaborasi digital,” tegasnya.

Hadir pada pertemuan ini yakni Wakil Direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Distrik Daxing Beijing, Luo Lishu,
Ketua Beijing Security and Protection Industry Association (BSPIA), Zhang Ying, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati dan beberapa tamu undangan lainnya.*