Dikira Bangkai, Sesosok Bayi Tak Bernyawa Gegerkan Warga di Pinggir Sungai Sekarteja

by -38 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Suasana tenang di Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak berubah menjadi gempar pada Jumat (23/1/2026). Warga setempat dikejutkan oleh penemuan mayat seorang bayi berjenis kelamin laki-laki yang tergeletak di pinggir sungai. Peristiwa memilukan ini sontak menyita perhatian masyarakat sekitar, sementara pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut.

Penemuan mayat bayi ini pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang melintas di sekitar lokasi. Awalnya, warga tersebut tidak menaruh kecurigaan apa pun. Dari kejauhan, benda yang terlihat di pinggir kali itu disangka hanyalah bangkai binatang yang terbawa arus atau tergeletak di lumpur. Karena menganggap hal tersebut bukan sesuatu yang berbahaya, saksi pun sempat mengabaikannya dan melanjutkan aktivitasnya.

Namun, rasa penasaran akhirnya membawa saksi kembali mendekati lokasi. Saat jarak semakin dekat, saksi mencoba membalik benda yang semula dikira bangkai tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa yang ada di hadapannya bukanlah bangkai hewan, melainkan sesosok bayi manusia yang sudah tidak bernyawa.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan kondisi bayi saat pertama kali ditemukan sangat memprihatinkan.

“Telah ditemukan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi tergeletak di atas tanah pinggir kali tanpa dilengkapi kain atau benda lainnya,” pungkas Nikolas.

Menurut Nikolas, posisi tubuh bayi saat ditemukan dalam keadaan tengkurap dan sudah berlumur lumpur. Bayi tersebut juga tidak mengenakan sehelai kain pun, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa ia sengaja ditinggalkan di lokasi tersebut.

Lebih lanjut, Nikolas memaparkan kronologi penemuan berdasarkan keterangan saksi di lapangan. Ia menegaskan bahwa saksi sempat tidak menghiraukan temuan awal karena mengira itu hanyalah bangkai binatang.

“Saksi melihat sebuah benda yang dicurigai adalah bangkai binatang, saat itu saksi tidak menghiraukannya. Namun pada saat berada dengan posisi lebih dekat saksi kembali dan mencoba membaliknya ternyata saksi melihat seorang bayi,” kata Nikolas.

Setelah memastikan apa yang dilihatnya, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi penemuan. Situasi di pinggir sungai pun berubah menjadi ramai, dipenuhi warga yang tak kuasa menyembunyikan rasa duka dan keprihatinan atas peristiwa tersebut.

Mayat bayi itu selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke Polindes terdekat untuk dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan sementara, diperoleh sejumlah data mengenai kondisi fisik bayi.

“Dari hasil pemeriksaan, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan berat sekitar 3,7 kilogram dan panjang 59 sentimeter,” beber Nikolas.

Berdasarkan temuan tersebut, pihak kepolisian menduga kuat bahwa bayi malang itu sengaja dibuang oleh orang tuanya sesaat setelah dilahirkan. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi tali pusat bayi yang masih utuh dan dalam keadaan panjang, yang mengindikasikan bahwa bayi tersebut baru saja dilahirkan sebelum akhirnya ditinggalkan.

“Dimungkinkan sengaja dibuang oleh orang tuanya pasca melahirkan, karena di lihat dari tali pusat yang masih utuh dan panjang. Saat ini mayat bayi tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk dilakukan otopsi,” ujar Nikolas.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku di balik pembuangan bayi tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius, tidak hanya bagi penegak hukum, tetapi juga bagi masyarakat luas yang berharap agar kebenaran segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan atas peristiwa tragis ini. (JT)