Sumping Waluh Khas Bali, Manis Legit Jajanan Tradisional Berbalut Daun Pisang yang Selalu Dirindukan

by -5 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Pernahkah kamu menjumpai jajanan tradisional yang dibungkus rapi dengan daun pisang, lalu saat dibuka memperlihatkan isian berbentuk persegi panjang dengan warna kuning yang menggoda? Kudapan sederhana ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan salah satu warisan kuliner khas Bali yang dikenal dengan cita rasa manis dan tekstur lembutnya.

Di pasar-pasar tradisional Pulau Dewata, sumping waluh termasuk jajanan yang cukup mudah ditemukan. Kehadirannya kerap mengingatkan pada kue nagasari khas Jawa karena sama-sama dibungkus daun pisang dan dikukus. Namun, begitu mencicipinya, perbedaan langsung terasa jelas. Aroma daun pisang yang khas berpadu dengan rasa manis alami menghadirkan pengalaman rasa yang unik dan sulit dilupakan.

Warna kuning cerah yang mendominasi sumping waluh bukan berasal dari pewarna buatan. Warna tersebut muncul secara alami dari bahan utamanya, yaitu labu kuning matang. Dalam bahasa daerah Bali, labu kuning dikenal dengan sebutan waluh, yang kemudian menjadi identitas utama dari jajanan tradisional ini.


Apa Itu Sumping Waluh?

Sumping waluh merupakan kudapan tradisional khas Bali yang dibuat dari labu kuning matang sebagai bahan dasar utama. Labu tersebut diolah bersama kelapa parut, tepung beras, santan, serta gula aren yang memberikan rasa manis alami. Kombinasi bahan-bahan ini menghasilkan tekstur yang empuk, rasa manis yang tidak berlebihan, serta aroma harum yang semakin kuat berkat pembungkus daun pisang.

Proses pengolahannya pun tergolong sederhana dan tidak rumit. Adonan sumping waluh hanya melalui proses pengukusan tanpa digoreng, sehingga menjadikannya pilihan camilan tradisional yang relatif lebih sehat. Tak heran jika sekali mencicipinya, rasa ingin terus mengambil potongan berikutnya sulit dihindari.

Kabar baiknya, untuk menikmati sumping waluh, kamu tidak harus jauh-jauh pergi ke Bali. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan harga yang ramah di kantong, jajanan tradisional ini bisa dibuat sendiri di rumah dan dinikmati bersama keluarga.


Apa Saja Bahan untuk Membuat Sumping Waluh Khas Bali?

Untuk menghadirkan cita rasa autentik sumping waluh, berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:

• 500 gram labu kuning matang
• 100 gram kelapa parut
• 150 gram tepung beras
• 100 gram gula aren yang telah diserut atau dihaluskan
• 1 sendok teh garam
• 4 sendok makan santan
• Daun pisang secukupnya untuk membungkus


Bagaimana Langkah-langkah Membuat Sumping Waluh Khas Bali?

Proses pembuatan sumping waluh dapat dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal:

• Isi panci dengan air secukupnya untuk mengukus, lalu panaskan hingga air mendidih.
• Kupas labu kuning, buang bijinya, kemudian parut dengan tekstur agak kasar.
• Masukkan labu parut ke dalam wadah besar. Tambahkan kelapa parut, tepung beras, gula aren, garam, dan santan. Aduk hingga seluruh bahan tercampur merata, bisa sambil diremas agar adonan benar-benar menyatu.
• Siapkan daun pisang yang sudah dilunakkan. Ambil satu hingga dua sendok makan adonan, lalu letakkan di atas daun pisang.
• Gulung adonan, kemudian lipat bagian kanan dan kiri agar isian tidak keluar. Lakukan langkah ini hingga adonan habis.
• Susun sumping waluh di dalam kukusan dan kukus selama kurang lebih 45 menit, sesuaikan dengan ukuran lipatan.
• Setelah matang, angkat dan diamkan sejenak agar teksturnya lebih padat sebelum disajikan.


Tips Agar Daun Pisang Mudah Dibentuk

Agar daun pisang tidak mudah sobek dan lebih lentur saat digunakan, beberapa cara berikut bisa diterapkan:

Dipanaskan di atas api: Layukan daun pisang sebentar di atas bara atau api kompor hingga teksturnya lentur.
Direbus singkat: Celupkan daun pisang ke dalam air panas selama kurang lebih satu menit.
Dijemur: Paparkan daun pisang di bawah sinar matahari hingga layu dan tidak kaku.


Sumping waluh khas Bali menjadi bukti bahwa bahan sederhana seperti labu kuning dapat diolah menjadi camilan tradisional yang lezat, harum, dan menggugah selera. Sajian ini sangat cocok dinikmati pada sore hari sambil berkumpul bersama keluarga. Jika ingin menyimpannya lebih lama, sumping waluh dapat dimasukkan ke dalam kulkas setelah dilepas dari bungkus daun pisang. Selamat mencoba dan rasakan sendiri kehangatan cita rasa khas Bali di rumah sendiri!

(JT)