Indonesia Tetap Tenang Hadapi Ancaman Tarif Trump terhadap Mitra Dagang Iran

by -24 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Pemerintah Indonesia menegaskan sikap tenang dan tidak menunjukkan kekhawatiran sedikit pun menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap negara-negara di dunia yang masih menjalin hubungan bisnis dengan Iran. Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menilai ancaman itu tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat ditemui awak media di sela kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit yang digelar di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Airlangga menjawab lugas ketika dikonfirmasi mengenai potensi dampak kebijakan Amerika Serikat terhadap Indonesia.

“Tidak ada (kekhawatiran),” kata Airlangga, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Januari 2026.

Menurut Airlangga, pemerintah telah mencermati situasi global yang berkembang, termasuk dinamika hubungan dagang internasional yang dipengaruhi oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Namun, dalam konteks hubungan Indonesia dengan Iran, ia menilai posisi Indonesia relatif aman dan tidak berada dalam tekanan langsung dari kebijakan tersebut.


Nilai Perdagangan Indonesia–Iran Relatif Kecil

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa salah satu alasan utama pemerintah tidak merasa khawatir adalah karena nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan Iran tergolong kecil. Dengan demikian, jika kebijakan tarif tersebut benar-benar diberlakukan, dampaknya terhadap perekonomian nasional dinilai tidak signifikan.

“(Tidak khawatir karena) kita transaksinya tidak besar,” tegas Airlangga.

Ia tidak merinci secara detail angka perdagangan antara kedua negara, namun kembali menekankan bahwa skala hubungan ekonomi Indonesia–Iran tidak cukup besar untuk menimbulkan risiko serius. Penegasan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah telah memperhitungkan berbagai skenario yang mungkin terjadi dan menilai posisi Indonesia masih dalam kondisi aman.


Ancaman Tarif Trump Disampaikan Secara Terbuka

Sebelumnya, ancaman pengenaan tarif sebesar 25 persen itu disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahannya di media sosial Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan berlaku bagi seluruh negara yang masih melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran.

Trump juga menekankan bahwa kebijakan tersebut bersifat final dan akan diterapkan tanpa penundaan. Pernyataan itu sontak menjadi perhatian dunia internasional, mengingat Amerika Serikat memiliki peran besar dalam sistem perdagangan global.

“Mulai sekarang, setiap negara yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat. Perintah ini bersifat final dan mengikat. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Meskipun pernyataan tersebut bernada tegas, pemerintah Indonesia menilai situasi tersebut secara proporsional dan tidak reaktif. Dengan mempertimbangkan struktur perdagangan nasional serta hubungan ekonomi yang ada, Indonesia memilih untuk tetap fokus pada stabilitas dan kepentingan ekonomi dalam negeri. (JT)