Antusiasme Publik Membuncah, Planetarium Jakarta Disiapkan Tambah Show dan Perluas Akses Tiket

by -16 Views

Jakarta, TERBITINDO.COM – Kembalinya Planetarium Jakarta sebagai ruang edukasi dan hiburan berbasis ilmu pengetahuan langsung disambut antusias luar biasa oleh masyarakat. Sejak kembali diaktivasi, Planetarium di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) itu nyaris tak pernah sepi pengunjung. Lonjakan minat tersebut kini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengevaluasi dan menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penambahan jadwal pertunjukan hingga pengaturan ulang sistem pembelian tiket.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka mengakui bahwa animo masyarakat jauh melampaui perkiraan awal. Antrean pengunjung yang membludak menjadi indikator kuat bahwa Planetarium masih memiliki daya tarik besar, terutama sebagai sarana edukasi astronomi bagi publik lintas usia.

“Jadi Planetarium ini memang kan semua orang rupanya ingin hadir ya. Bahwa kan sekarang empat show. Ada permintaan nambah satu show kembali,” kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penambahan jadwal pertunjukan Teater Bintang Planetarium kini tengah dipertimbangkan secara serius. Dengan penambahan show, diharapkan jumlah pengunjung yang dapat menikmati pertunjukan dalam satu hari semakin banyak, sekaligus mengurai kepadatan yang selama ini terjadi.

Tak hanya soal jadwal pertunjukan, perhatian Pemprov DKI Jakarta juga tertuju pada mekanisme pembelian tiket. Sistem yang saat ini diterapkan dinilai perlu dievaluasi agar semakin inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi mereka yang datang langsung tanpa melakukan pemesanan daring.

“Kemudian tiketnya tidak semuanya secara online. Kemarin sudah kita buatkan. Sekarang kami sedang mempertimbangkan untuk dibagi lah. Show-nya ditambah, tetapi juga tiketnya yang orang datang langsung diperbanyak,” ucap Pramono.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Pemprov DKI Jakarta ingin menjaga keseimbangan antara kemudahan akses teknologi dan realitas masyarakat yang masih mengandalkan pembelian tiket secara langsung atau on the spot (OTS).

Di sisi lain, pengelola Planetarium Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), mengingatkan masyarakat untuk selalu merujuk pada informasi resmi sebelum merencanakan kunjungan. Imbauan ini disampaikan guna menghindari kesalahpahaman terkait jadwal, kuota, maupun mekanisme pembelian tiket.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditugaskan mengelola kawasan TIM, Jakpro menerapkan sistem pembelian tiket resmi melalui dua kanal sejak Planetarium kembali dibuka dan diresmikan oleh Pramono pada 23 Desember 2025. Dua kanal tersebut adalah pembelian daring melalui platform Loket.com dan pembelian langsung di loket resmi yang tersedia di area TIM.

“Skema ini dijalankan dengan pembagian kuota 50 persen pembelian online dan 50 persen pembelian OTS pada setiap sesi pertunjukan, sesuai arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, guna memberikan akses yang lebih merata kepada masyarakat,” kata Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya Christina, dalam keterangannya.

Anya menjelaskan bahwa pengaturan kuota tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh perhitungan didasarkan pada kapasitas ruang Teater Bintang Planetarium, standar keselamatan, jumlah pertunjukan yang digelar setiap hari, serta faktor kenyamanan pengunjung selama pertunjukan berlangsung.

“Pengelolaan kuota dilakukan secara terukur agar pengalaman menonton tetap nyaman dan aman. Pertunjukkan dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali dalam sehari serta pembagian kuota 50 persen online dan 50 persen on the spot sudah kami terapkan untuk memastikan akses yang lebih adil dan merata,” ujar Anya.

Lebih lanjut, Anya menegaskan bahwa jumlah tiket yang tersedia pada setiap sesi sudah disesuaikan secara ketat dengan kapasitas kursi yang ada. Oleh karena itu, tidak dimungkinkan adanya penambahan penonton di luar kuota yang telah ditetapkan, meskipun permintaan masyarakat terus meningkat.

Dengan berbagai evaluasi dan rencana penyesuaian yang tengah dipertimbangkan, Pemprov DKI Jakarta dan Jakpro berharap Planetarium Jakarta dapat terus menjadi ruang edukasi publik yang nyaman, aman, dan mudah diakses, tanpa mengorbankan kualitas pengalaman pengunjung. (JT)