Tawuran Pelajar di Tangerang Berujung Maut, Polisi : Bisa Jadi karena PTM Kembali Diberlakukan

by -500 Views

Tangerang,TERBITINDO.COM – Tiga pelajar menjadi korban, satu di antaranya tewas, dalam tawuran di Desa Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Korban tewas berinisial MR (16), pelajar kelas III MTS 6 Tangerang.

Narya pedagang yang ada di sekitar TKP mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (28/3/2022) siang. Ia mengatakan ada tiga orang menjadi korban tawuran.

“Ada tiga orang yang kena, kalau engga salah satu orang tewas,” kata Narya saat ditemui di lokasi, Senin (28/3/2022).

Sementara pihak kepolisian tengah memeriksa lima saksi terkait peristiwa tawuran tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Komarudin mengatakan, terjadinya tawuran tersebut setelah kedua kelompok bertemu dan saling ejek.

“Saat ini saksi sudah lima yang kita periksa, memang saksi tersebut ada di lokasi kejadian. Dugaan sementara, ini fenomena lama, terjadi biasanya mereka para pelajar bermain dengan kode COD. Mereka saling tantang, saling ejek,” jelas Kapolres.

Pihaknya juga sudah mendeteksi 74 akun yang diduga menantang keributan di berbagai platform media sosial.

“Kami sudah mendata ada 74 akun yang saat ini kita deteksi, yang biasa melakukan ujaran-ujaran dan menantang di Kota Tangerang, kita terus melakukan berbagai upaya, preventif mendatangi rumahnya, preemtif, sampai ada berapa anak terlibat tawuran sudah divonis dari perbuatannya,” tegas Komarudin.

Selain ajakan tawuran di media sosial jelas Komarudin, pelaku-pelaku tawuran kerap melakukan aksi saling serang dengan pola lama. Di saat ada kelompok tertentu yang melintasi suatu wilayah, dilakukan penyerangan.

“Ini pola lama, mereka saling tunggu ketika ada yang nongkrong, ada yang melintas bukan temanya langsung diancam, kejar, ejek dan sebagainya,” terang dia.

Dia berharap agar para orang tua dan lingkungan di masyarakat, ikut mengontrol aktivitas putra putri dan remaja di lingkungan masyarakat. Dia juga tidak menampik, terjadinya aksi itu karena kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang kembali diberlakukan.

“Bukan berati ini terjadi karena aktivitas sekolah sudah dimulai kembali. Tentunya ini menjadi perhatian kita bersama, kami juga mengajak seluruh masyarakat pantau betul aktivitas anak-anak. Pantau betul aktivitas remaja remaja kita,” tutup Komarudin.

Akbar Saki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.