Rakor Bimas Katolik Bertajuk Transformasi Layanan Umat

by -812 Views

Jakarta,TERBITINDO.COM – Rapat koordinasi pejabat Bimas Katolik pusat dan daerah tahun 2022 dibuka oleh Plt Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag) Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono di Jakarta, Senin (21/3/2022).

Rapat koordinasi ini bertajuk “Transformasi Layanan Umat” sebagai tema utama dengan subtema “Bimas Katolik Semakin Inovatif untuk Indonesia Maju dan Toleran”.

Albertus selaku Sekretaris Ditjen Bimas Katolik menyampaikan Rapat Koordinasi Tahun 2022 adalah sebuah kesempatan untuk mengevaluasi segenap komitmen dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai peran masing-masing di tahun 2021.

Albertus juga menjelaskan rapat koordinasi tahun 2022 adalah langkah tindak lanjut arahan Menteri Agama pada Perayaan Hari Amal Bhakti Kemenag ke-76 tahun 2022, pada 3 Januari 2022 mengenai transformasi layanan umat.

Tri, sapaan akrab Albertus, juga melaporkan bahwa rapat koordinasi kali ini adalah sebuah bentuk gerakan bersama untuk menindaklanjuti Rakornas Kementerian Agama Tahun 2022 tanggal 14 Februari 2022 di Surabaya.

“Kita baris bersama dalam satu kesatuan. Ibarat kita semua bersama dalam satu kereta api, kita semua bergerak, pantang berhenti sebelum mencapai tujuan,” ungkap Tri mengutip pesan Menteri Agama.

Adapun rakornas dibuka resmi oleh Plt Dirjen Bimas Katolik Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono.

“Ada dua pokok pikiran dalam rakor tahun ini yaitu transformasi layanan umat dan harapan terwujudnya masyarakat Indonesia yang maju dan toleran,” ungkap Plt Dirjen.

Toto, sapaan akrab Plt Dirjen Bimas Katolik, menegaskan transformasi layanan umat mengandung makna perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dibarengi peningkatan sarana dan prasarana atau infrastruktur untuk mempercepat dan mempermudah kinerja Kementerian Agama dalam memberikan layanan kepada masyarakat, menuju ciri layanan yang maju: cepat, handal, dan memuaskan.

Menyinggung peristiwa 9 Maret lalu, yang mana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai Pembina Pelayanan Publik kategori “Pelayanan Prima” tahun 2021 dan Piala Adicita Sewaka Pertiwi lingkup Kementerian untuk kategori yang sama.

“Apa yang hendak saya sampaikan dengan berita penghargaan ini adalah, bahwa Bimas Katolik, baik pusat maupun daerah, harus berkontribusi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat seperti yang diteladankan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali,” ungkap Plt Dirjen.

“Saya tegaskan Bimas Katolik pusat maupun daerah harus bersinergi dalam mewujudkan perubahan sikap dan perilaku yang baik serta meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan,” imbuhnya.

Menyangkut upaya menuju masyarakat Indonesia yang toleran, Plt Dirjen menegaskan Bimas Katolik Pusat dan Daerah harus berkontribusi dengan ikut melaksanakan penguatan moderasi beragama melalui berbagai kegiatan dengan bekerja sama dengan mitra kerja, salah satunya Gereja Katolik Indonesia.

“Tahun 2022 sebagai Tahun Toleransi, perlu diwujudkan kegiatan-kegiatan yang mencerminkan dan bermakna kebhinekaan serta lebih melibatkan kaum milenial sebagai ujung tombak generasi baru Indonesia,” tegas Plt Dirjen.

“Pada awal Maret di Bali, Menteri Agama mengapresiasi perhatian Gereja Katolik Indonesia terhadap penguatan moderasi beragama dengan menerbitkan buku saku Moderasi Beragama dalam perspektif agama Katolik. Ini merupakan momen kita untuk bersinergi dengan Lembaga Gereja Katolik Indonesia dalam menguatkan dan mewujudkan moderasi beragama,” tutur Plt Dirjen.

“Gereja Katolik harus memberikan warna khas Katolik dalam konteks spiritualitasnya. Hal ini terlihat dari keinginan Menteri Agama menghadirkan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk melihat betapa indahnya kebhinekaan masyarakat Indonesia,” sambungnya.

“Saya mengajak agar setiap kegiatan yang dilaksanakan, baik berupa pendampingan, pengayaan, maupun berbagai bentuk koordinasi, dan evaluasi agar menjadikan kemanfaatan sebagai pedoman utama. Sekali lagi saya ulangi: memberdayakan bagi yang diberi manfaat, sehingga kita tidak boleh berada pada zona nyaman (sudah berjalan begini dari tahun ke tahun, tidak ada yang komplain, tidak ada temuan administrasi/keuangan),” tutur Plt Dirjen.

“Setiap saat musti melakukan observasi dan evaluasi apakah metode yang kita terapkan pada kegiatan tersebut telah sungguh-sungguh memberdayakan. Bila belum atau bahkan tidak, maka wajib untuk mengubah dan mereka ulang (reengineer) proses bisnis dari kegiatan tersebut sebelum melakukannya,” tegas Plt Dirjen mengakhiri arahan.

Rapat Koordinasi Pejabat Bimas Katolik Pusat dan Daerah tahun 2022 ini berlangsung selama 21-26 Maret. Adapun Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan hadir memberikan arahan pada Kamis, 24 Maret 2022.

Rapat Koordinasi dihadiri peserta sebanyak 318 orang dengan mekanisme luring dan daring. Peserta luring sebanyak 98 orang yang terdiri dari pejabat Bimas Katolik Pusat, Ketua Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak, para Kabid/Pembimas, Kepala Sekolah SMAK Negeri.

Sementara peserta daring berjumlah 220 orang yang terdiri dari para Kepala Seksi dan Penyelenggara Bimas Katolik di daerah. Rakor dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Tere Syukur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.